Advertisement
Peristiwa Daerah

DPC PDI Perjuangan Lamongan Hidupkan Api Perjuangan Bung Karno Lewat Seni Mural

Sambut Bulan Bung Karno 2026, DPC PDI Perjuangan Lamongan menggelar festival mural yang diikuti seniman se-Gerbangkertasusila Plus.

TIMES Indonesia,
DPC PDI Perjuangan Lamongan Hidupkan Api Perjuangan Bung Karno Lewat Seni Mural
Wakil Ketua Bidang Perekonomian, Kebudayaan, & Pendidikan DPC PDI Perjuangan Lamongan, Supriyo saat menerima peserta Festival Mural Bulan Bung Karno 2026, Kamis (25/6/2026). (Foto: Moch. Nuril Huda/TIMES Indonesia)
A-AA+

LAMONGAN Ada pemandangan berbeda yang akan tersaji di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lamongan. Jika biasanya kantor partai identik dengan dinding formal yang kaku, dalam waktu dekat seluruh sudut estetikanya akan bertransformasi menjadi galeri seni visual yang sarat akan pesan edukasi dan heroisme sejarah.

Menyambut Bulan Bung Karno 2026, DPC PDI Perjuangan Lamongan menggelar Festival Mural Bulan Bung Karno 2026 pada Minggu (28/6/2026) mendatang. Langkah unik memilih medium mural dibanding lukisan kanvas konvensional ini didasari oleh nilai historis mural yang kuat.

Advertisement

Wakil Ketua Bidang Perekonomian, Kebudayaan, dan Pendidikan DPC PDI Perjuangan Lamongan Supriyo mengungkapkan bahwa mural adalah salah satu tradisi komunikasi visual tertua umat manusia sekaligus alat diplomasi perjuangan yang efektif sejak era kemerdekaan.

"Mural memiliki pesan sosial dan eksistensi yang jauh lebih gamblang, tegas, dan tidak abstrak jika dibandingkan dengan lukisan di atas kanvas. Semangat gerilya lewat coretan dinding di masa kemerdekaan itulah yang ingin kita teladani dan transformasikan di era modern ini sebagai media penyampai pesan sosial dan nasionalisme," ujar pria yang akrab disapa Priyo.

Magnet Peserta Lintas Daerah se-Gerbangkertasusila Plus

Sifat inklusif dan positif dari acara ini sukses menarik perhatian pegiat seni di Jawa Timur. Hingga saat ini, tercatat sedikitnya 18 tim dari kawasan Gerbangkertasusila Plus (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Jombang, Bojonegoro, dan Tuban) telah terverifikasi siap adu kreativitas. Menariknya, 50 persen di antaranya merupakan talenta lokal asli Lamongan.

Demi memberikan apresiasi tertinggi bagi para seniman, panitia menyediakan fasilitas akomodasi berupa penginapan dan konsumsi gratis bagi peserta luar kota yang lolos verifikasi.

Nantinya, setiap tim yang terdiri dari dua hingga tiga orang akan ditantang menyelesaikan karya mereka dalam durasi waktu 6 hingga 8 jam. Mereka akan memanfaatkan total ruang dinding sepanjang 120 hingga 150 meter yang tersebar di delapan titik area dalam ruangan dan dinding utama bagian depan Kantor DPC PDI Perjuangan Lamongan.

Advertisement

Membumikan Gagasan Besar Lewat Estetika Visual

Festival tahun ini mengusung tema utama “Api Perjuangan Bung Karno: Berdikari, Gotong Royong, dan Indonesia Raya”. Tema besar ini diturunkan ke dalam lima subtema inspiratif, mulai dari Trisakti dan Kemandirian Bangsa, Gotong Royong sebagai Jati Diri Indonesia, Marhaen dan Keadilan Sosial, Bung Karno hingga Generasi Masa Depan, serta Nasionalisme dalam Kebhinekaan.

"Tujuan utama kami adalah memicu ruang ekspresi publik yang edukatif. Kita ingin menginternalisasi pemikiran mendalam Bung Karno kepada generasi milenial dan Gen-Z lewat cara yang mereka sukai, yaitu seni visual. Ini adalah tentang gotong royong dan nasionalisme," tambah Priyo.

Untuk menjaga kualitas kompetisi secara objektif, panitia menerapkan kriteria penilaian yang ketat, yakni Kesesuaian Tema (30 persen), Orisinalitas Gagasan (25 persen), Teknik dan Komposisi Visual (25 persen), serta Penyampaian Pesan (20 persen). Para peserta akan memperebutkan total enam kategori juara utama serta satu kategori Juara Favorit pilihan publik.

Kisah Inspiratif Peserta

Antusiasme tinggi salah satunya datang dari Use Eko Murwanto, peserta asal Kota Surabaya. Pria yang merupakan seorang pelukis kanvas profesional ini mengaku langsung mendaftarkan diri begitu mendengar kabar mengenai kompetisi ini pasca-lolos proses verifikasi panitia.

"Saya sangat berterima kasih kepada DPC PDI Perjuangan Lamongan yang menggelar event ini di Bulan Bung Karno. Sebagai pengagum berat Bung Karno, bagi saya ikut serta dalam acara ini hukumnya adalah wajib," ucap Use Eko penuh semangat.

Menariknya, Use Eko tergolong sebagai pendatang baru dalam lanskap seni jalanan (street art) bertema Bung Karno yang diadakan oleh partai berlogo banteng tersebut. Pengalaman mural perdananya baru dimulai dua minggu lalu pada kategori umum di Brebes, Jawa Tengah.

Dedikasinya terhadap seni lukis begitu total. Pasca-menyelesaikan mural di Lamongan pada 28 Juni nanti, malam harinya ia harus langsung bertolak kembali ke Jawa Tengah untuk mengikuti agenda mural lainnya pada keesokan harinya.

"Melukis itu sudah menjadi denyut kehidupan saya. Jadi, menjalaninya lewat festival seperti ini rasanya senang dan bahagia saja. Kebahagiaan itu kan tidak ada tokonya, jadi kita sendiri yang harus menciptakan," tuturnya bijak.

Saat disinggung mengenai tantangan teknis bermigrasi dari media kanvas ke dinding semen, Use Eko membeberkan bahwa adaptasi material cat menjadi seni tersendiri yang harus ia taklukkan.

"Bedanya ada di bahan baku. Kalau di kanvas saya biasa memakai oil color (cat minyak) yang proses pengeringannya lama, jadi kita bisa menyelinginya dengan aktivitas lain. Sementara mural menggunakan water color (cat air) yang dalam hitungan menit saja goresan kuasnya sudah langsung kering di dinding. Di sinilah letak kesulitannya, saya masih harus terus belajar dan mencari ritme," tuturnya.

Komitmen Abadi Menolak Menghapus Karya

Apresiasi luar biasa juga ditegaskan oleh Sekretaris DPC PDI Perjuangan Lamongan Erna Sujarwati. Ia memastikan bahwa seluruh karya mural yang dihasilkan oleh para peserta tidak akan pernah dihapus atau dicat ulang ke warna putih semula. Dinding kantor partai akan dibiarkan menjadi monumen hidup tempat ide-ide kreatif masyarakat abadi bersemi.

"Sebelumnya dinding kantor kami nampak putih polos biasa. Hadirnya festival mural ini akan membuat wajah kantor PDI Perjuangan Lamongan berubah total, penuh warna, dan hidup. Inilah manifestasi dari wajah partai ke depan: selalu dinamis, inklusif, dan melahirkan gagasan-gagasan kebudayaan yang tak terduga untuk masyarakat," ucap Erna optimis. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moch Nuril Huda
PenulisMoch Nuril HudaPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2020. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia