Demo Dukung Program MBG, Pegawai SPPG di Banyuwangi Diangkut Bus Pariwisata
Ribuan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Banyuwangi Bergerak (FMBG) menggelar aksi damai untuk mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto, Sabtu (27/6/2026).
BANYUWANGI – Ribuan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Banyuwangi Bergerak (FMBG) menggelar aksi damai untuk mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto, Sabtu (27/6/2026).
Massa memadati kawasan Stadion Diponegoro Banyuwangi sejak pukul 09.00 WIB, sebelum bergerak menuju Kantor Pemkab Banyuwangi dan DPRD Banyuwangi.
Pemandangan menarik terlihat sejak titik kumpul. Sebagian peserta aksi datang menggunakan bus pariwisata, sementara lainnya mengendarai mobil pribadi, kendaraan pick up hingga sepeda motor.
Massa aksi berasal dari berbagai kalangan, mulai relawan MBG, petani, nelayan, pelaku UMKM, peternak hingga pekerja dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dalam aksi tersebut, FMBG menyuarakan empat tuntutan utama kepada pemerintah. Pertama, menjamin keberlanjutan Program MBG yang dinilai telah memberikan manfaat nyata bagi sekitar 440 ribu penerima manfaat di Banyuwangi, sekaligus menjaga keberlangsungan sekitar 7.000 tenaga kerja dapur umum serta menyerap hasil pertanian lokal.
Kedua, mendukung penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai upaya memperluas inklusi keuangan desa, memberantas praktik rentenir, dan memastikan distribusi logistik penting seperti LPG, sembako, serta pupuk subsidi berjalan lancar tanpa campur tangan mafia.
Ketiga, mereka meminta Program Sekolah Rakyat tetap dilanjutkan agar anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh akses pendidikan yang merata dan berkualitas.
Keempat, FMBG mendorong modernisasi sektor pertanian melalui stabilitas harga hasil panen, percepatan bantuan alat dan mesin pertanian, penyediaan pupuk murah, hingga pembangunan irigasi dan jalan usaha tani.
Koordinator aksi FMBG, Muhamad Alfan Saifudin, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat yang telah merasakan manfaat langsung dari program-program strategis pemerintah.
"Hari ini kami menyampaikan aspirasi masyarakat yang mendapatkan manfaat dari program strategis pemerintah. Ada sekitar 7.000 peserta aksi yang berasal dari relawan MBG, petani, nelayan, pelaku UMKM dan berbagai elemen masyarakat," ujarnya.
FMBG berharap program-program yang dinilai pro rakyat tidak dihentikan karena telah memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
"Jangan sampai program strategis yang sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat justru diganggu. Kalau mau memberantas, berantas koruptor dan praktik korupsi, bukan program yang membantu rakyat kecil," terang Alfan.
Dia juga mengajak semua pihak melihat langsung dampak positif program tersebut di lapangan. Menurutnya, berbagai isu negatif yang berkembang di media sosial perlu diimbangi dengan fakta dari masyarakat penerima manfaat.
"Kalau kebenaran tidak disampaikan, maka isu-isu negatif akan terus berkembang. Karena itu kami hadir untuk menunjukkan bahwa banyak masyarakat yang benar-benar terbantu," katanya.
Alfan menambahkan, seluruh peserta yang hadir merupakan masyarakat yang aktif bekerja dan memperoleh manfaat ekonomi dari keberadaan Program MBG.
"Yang hadir ini orang-orang bekerja. Ada relawan MBG, petani, peternak, pelaku UMKM dan pekerja dapur. Mereka merasakan langsung manfaat program ini," ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang peserta aksi asal Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung, Andreas, mengaku sengaja datang bersama rombongan menggunakan bus pariwisata untuk mengikuti aksi damai tersebut.
Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis telah memberikan dampak positif bagi masyarakat kecil, sehingga ia berharap program tersebut tetap dilanjutkan.
"Kami datang agar Program MBG tetap berjalan dan tidak diberhentikan. Program ini sangat membantu masyarakat kecil dan manfaatnya benar-benar dirasakan," ungkapnya.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Setelah menyampaikan aspirasi di Kantor Pemkab Banyuwangi, massa melanjutkan perjalanan menuju Kantor DPRD Banyuwangi untuk menyampaikan tuntutan serupa terkait keberlanjutan program-program strategis pemerintah yang dinilai berpihak kepada masyarakat. (*)
Pewarta : Fazar Dimas
Editor :
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


