Advertisement
Peristiwa Daerah

13 Ribu Bangunan KDKMP Rampung, 20 Ribu Lainnya Masih Dikebut

Menteri Koperasi Ferry Juliantono sebut 13 ribu KDKMP selesai, 20 ribu sedang dibangun. Target 30 ribuan selesai akhir tahun. Kolaborasi TNI dan 12 kementerian. Fokus selanjutnya tahap operasional.

TIMES Indonesia,
13 Ribu Bangunan KDKMP Rampung, 20 Ribu Lainnya Masih Dikebut
Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono saat memberikan sambutan dalam Sarasehan Nasional MDPI di Ponpes Daarul Ukhuwwah Kabupaten Malang, Sabtu (27/6/2026). (Foto: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG MALANG – Pemerintah terus mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan  Merah Putih (KDKMP) di berbagai daerah. Hingga akhir Juni 2026, sebanyak 13 ribu bangunan koperasi telah rampung, sementara sekitar 20 ribu lainnya masih dalam proses penyelesaian. 

Hal tersebut disampaikan Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, saat menghadiri Sarasehan Nasional Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (MPDI) di Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Sabtu (27/6/2026).

Ferry mengatakan pemerintah menargetkan pembangunan puluhan ribu bangunan KDMP dapat selesai sepenuhnya dalam waktu dekat sehingga koperasi dapat segera memasuki tahap operasional.

"Yang sudah 100 persen selesai sebanyak 13 ribu. Yang pembangunan fisiknya sedang berlangsung sekitar 20 ribuan. Insya Allah kalau tidak ada halangan, 30 ribuan bangunan gudang, gerai-gerai dan alat kelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bisa sudah rampung 100 persen," ujarnya.

Menurut Ferry, percepatan pembangunan dilakukan melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga. Kementerian Koperasi menugaskan PT Agrinas Pangan Nusantara untuk mengerjakan pembangunan fisik koperasi, yang kemudian bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

"Kami di Kementerian Koperasi memberikan pekerjaan itu kepada PT Agrinas Pangan Nusantara. Kemudian PT Agrinas Pangan Nusantara melakukan kerja sama dengan pihak TNI untuk semata-mata mempermudah dan mempercepat agar pembangunannya bisa selesai tepat waktu," kata dia.

Selain itu, program tersebut juga mendapat dukungan dari 12 kementerian dan lembaga yang terlibat dalam pelaksanaannya.

Ferry menjelaskan, setelah pembangunan fisik selesai, pemerintah akan memfokuskan perhatian pada tahap operasional koperasi. Tahap ini dinilai menjadi bagian paling penting karena berkaitan dengan keberlanjutan usaha dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Menurutnya, pendekatan yang digunakan pada fase operasional tidak lagi berorientasi pada pembangunan fisik, melainkan lebih menitikberatkan pada aspek kualitas pengelolaan koperasi.

"Tahap operasional menjadi yang terpenting karena nanti pendekatannya akan menggunakan pendekatan kualitatif," ujarnya.

Ferry berharap KDKMP dapat beroperasi secara optimal dan mampu memberikan manfaat nyata bagi para anggota maupun masyarakat luas.

"Kami berharap KDMP ini bisa berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang sebaik-baiknya untuk anggota dan masyarakat," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Achmad Fikyansyah
PenulisAchmad FikyansyahSarjana Sastra Inggris (S.S) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Bergabung ke TIMES Indonesia sejak Maret 2023. Meliput berbagai topik, utamanya pendidikan dan ekonomi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia