Advertisement
Peristiwa Daerah

Yonif TP 934/SBY Pacitan Cetak Sejarah Batalyon Teritorial Pertama Berorientasi Dirgantara

Komandan Yonif TP 934/SBY, Letkol Infanteri Dian Nur Huda mengatakan, penguasaan ruang udara ini merupakan bagian dari peningkatan profesionalisme prajurit modern yang adaptif, sekaligus menjadi modal strategis untuk mendongkrak potensi pariwisata daerah.

TIMES Indonesia,
Yonif TP 934/SBY Pacitan Cetak Sejarah Batalyon Teritorial Pertama Berorientasi Dirgantara
Demo Paralayang Prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 934/Satria Buwana Yudha (SBY) di Pancer Dorr Pacitan. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
A-AA+

PACITAN Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 934/Satria Buwana Yudha (SBY) mencetak sejarah sebagai batalyon teritorial pembangunan pertama di Indonesia yang membekali para prajuritnya dengan kualifikasi militer di bidang kedirgantaraan, yakni paralayang, paramotor, dan paratrike.

Komandan Yonif TP 934/SBY, Letkol Infanteri Dian Nur Huda mengatakan, penguasaan ruang udara ini merupakan bagian dari peningkatan profesionalisme prajurit modern yang adaptif, sekaligus menjadi modal strategis untuk mendongkrak potensi pariwisata daerah.

Advertisement

"Tujuannya yaitu untuk meningkatkan olahraga dirgantara dan juga potensi wisata di wilayah Pacitan sendiri. Ini merupakan hal pertama di Yonif-TP, mungkin di Indonesia ini baru pertama sekali Yonif-TP memiliki kualifikasi paralayang, paramotor, dan paratrike," ujar Letkol Inf Dian Nur Huda seusai memimpin Upacara Penutupan Latihan Paralayang Prajurit di Pantai Pancer Door, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Minggu (28/6/2026).

Dian menjelaskan, sebagai pasukan infanteri yang adaptif, penguasaan medan tugas kini tidak boleh lagi terbatas pada rintangan darat. Kemampuan membaca alam, mengendalikan diri dari rasa takut di ketinggian, serta melakukan infiltrasi udara menjadi poin krusial dalam skenario operasi khusus demi menciptakan elemen kejutan dari udara.

Meski latihan tersebut memiliki risiko tinggi, Dian bersyukur seluruh rangkaian instruksi kedirgantaraan yang diikuti oleh 11 prajurit pilihan ini berhasil diselesaikan tanpa ada kendala fatal.

"Saya sangat merasa bangga dan bersyukur bahwa latihan ini dapat diselesaikan dengan prinsip Zero Accident. Namun, ingatlah bahwa penutupan latihan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang baru," tegas Dian di hadapan pasukannya.

Suasana atraksi militer Prajurit Yonif TP 934/SBY Pacitan. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
Suasana atraksi militer Prajurit Yonif TP 934/SBY Pacitan. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

Dekat dengan Rakyat lewat Atraksi Militer

Upacara penutupan latihan tersebut sengaja dipadukan dengan acara "Demonstrasi Paralayang & Atraksi Prajurit" tanpa dipungut biaya pada hari libur, guna memfasilitasi hiburan gratis bagi masyarakat lokal maupun wisatawan di kawasan pesisir Pacitan.

Advertisement

Selain manuver udara dari para "elang baru" TNI Angkatan Darat, Yonif TP 934/SBY juga unjuk gigi menampilkan berbagai ketangkasan fisik. Mulai dari bela diri pencak silat militer, perkelahian bebas, penggunaan double stick (nunchaku), panahan, hingga aksi kekuatan fisik kalistenik (calisthenics).

"Untuk atraksi atau demonstrasi tadi yang kami tampilkan itu adalah wujud daripada kita TNI, dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Kenapa saya pilih hari Minggu? Karena saat hari Minggu di Pancer Door ini masyarakat banyak di tempat Pancer Door untuk sebagai hiburan bagi masyarakat," ungkap Dian.

Tiga Bulan Berdiri, Fokus Sinergi Daerah dan Pangan

Sejak resmi berdiri tiga bulan sebelas hari yang lalu di Kabupaten Pacitan, kehadiran satuan Yonif TP 934/SBY diakui mendapatkan respons yang sangat positif dari masyarakat sipil maupun jajaran pemerintahan daerah.

Sesuai fungsinya sebagai batalyon teritorial pembangunan, satuan ini tidak hanya berfokus pada ketangkasan tempur pertahanan, melainkan aktif berkolaborasi lintas instansi untuk membantu program kemasyarakatan di Pacitan. Salah satu langkah konkretnya adalah pembukaan lahan tidur untuk sektor pertanian.

"Masyarakat sangat antusias dan juga kerja sama kita sudah bekerja sama dengan dinas-dinas dan di pemerintah daerah semuanya kita sudah bekerja sama, termasuk kita membuka lahan pekarangan untuk lahan pertanian untuk meningkatkan ketahanan pangan sendiri dan juga kita juga berkolaborasi juga dengan instansi-instansi yang lainnya juga," papar Dian menambahkan.

Dian berharap, kualifikasi baru yang dimiliki oleh para prajurit pembina teritorial ini mendapat atensi dan dukungan penuh dari pemerintah daerah ke depan, khususnya dalam mengembangkan industri wisata minat khusus berbasis olahraga dirgantara di Pacitan.

Upacara penutupan latihan dan demonstrasi taktis ini turut dihadiri oleh jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten Pacitan, Sekda Kabupaten Pacitan, perwakilan Lanud Iswahjudi Madiun, Dispora Provinsi Jawa Timur, Kodim 0801/Pacitan, Polres Pacitan, Satrad 406, Lanal Pacitan, KONI, hingga tokoh agama dari Perguruan Islam Pondok Tremas. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Yusuf Arifai
PenulisYusuf ArifaiMagister Ilmu Hukum (MH) Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Wartawan Madya Nomor 21969-Unitomo/Wdya/DP/X/2024/21/10/93, Editor Bahasa Arab dan Penulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2021.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia