Advertisement
Peristiwa Daerah

Pertama Kali, Petani Muda di Nawungan Bantul Gelar Tradisi Wiwitan Bawang Merah

Petani muda di perbukitan Nawungan, Imogiri, Bantul menggelar tradisi wiwitan untuk menandai panen raya bawang merah seiring meningkatnya produktivitas lahan.

TIMES Indonesia,
Pertama Kali, Petani Muda di Nawungan Bantul Gelar Tradisi Wiwitan Bawang Merah
Kirab Gunungan Bawang Merah menandai dimulainya tradisi wiwitan panen raya bawang di Padukuhan Nawungan, Kalurahan Imogiri, Bantul, Yogyakarta, Minggu, 28/6/2026. (Foto: Eko Susanto/TIMES Indonesia)
A-AA+

JOGJA Warga Padukuhan Nawungan 1 dan Nawungan 2, Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul menggelar tradisi wiwitan untuk menandai panen raya bawang merah pada Minggu (28/6/2026). Ritual syukur ini menjadi penanda dimulainya musim panen di kawasan perbukitan tersebut.

Dalam prosesi tersebut, warga berdatangan ke area persawahan dengan mengenakan pakaian tradisional dan membawa hasil bumi secara gotong royong. Berbeda dengan wiwitan pada umumnya yang identik dengan panen padi, ritual di perbukitan Nawungan ini digelar khusus di tengah hamparan tanaman bawang merah siap panen dengan iringan musik gejog lesung.

Advertisement

Ketua Kelompok Tani Lestari Mulyo dari Padukuhan Nawungan 1, Taman Yuwono (43), menyebutkan bahwa tradisi wiwitan untuk komoditas bawang merah ini baru pertama kali dimulai pada tahun ini. Menurutnya, semangat dari para petani muda di Nawungan menjadi pendorong utama lahirnya tradisi baru tersebut.

Taman mengungkapkan bahwa saat ini pengelolaan kelompok tani di Nawungan, yang sebelumnya dikelola oleh tiga kelompok terpisah, telah beralih ke generasi muda. Selain berupaya mempertahankan kearifan lokal, para petani muda ini juga menjalin kolaborasi dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk menerapkan teknik pertanian modern.

"Tradisi wiwitan ini merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen melimpah di kawasan perbukitan, yang memiliki tingkat tantangan tersendiri bagi para petani," ujar Taman.

Ia berharap kegiatan ini dapat terus berlangsung sebagai agenda tahunan, tidak hanya untuk merayakan panen, tetapi juga untuk memperkokoh solidaritas antarwarga.

Rasa syukur para petani dinilai beralasan karena hasil panen tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan musim sebelumnya. Saat ini, warga Nawungan mengelola sekitar 120 hektare lahan bawang merah. Area budidaya ini terus bertambah dengan rata-rata perluasan mencapai lima hektare per tahun seiring meningkatnya minat warga menjadikan budidaya bawang merah sebagai sumber penghidupan.

Advertisement

Dari sisi produktivitas, lahan seluas 1.000 meter persegi dengan komparasi penggunaan bibit sebanyak satu kuintal mampu menghasilkan sekitar 1 hingga 1,5 ton bawang merah. Secara tren, produksi pada tiap musimnya tercatat mengalami kenaikan berkisar antara satu hingga dua kuintal dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski kerap dihadapkan pada tantangan cuaca yang tidak menentu serta fluktuasi harga pasar, para petani muda Nawungan tetap optimistis. Melalui kombinasi modernisasi pertanian berbasis kolaborasi akademis dan pelestarian budaya lewat ritual wiwitan, mereka menunjukkan bahwa perkembangan teknologi pertanian dapat berjalan beriringan dengan kearifan lokal demi kesejahteraan desa. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Eko Susanto
PenulisEko SusantoSMAN 3 Bandar Lampung. Meraih program beasiswa penulisan sastra Akademi Kebudayaan Yogyakarta 2004. Pernah menjadi runner up lomba foto Astra 2019. Masuk TIMES Indonesia Tahun 2024. Wilayah Yogyakarta, dan sekitarnya. Topik liputannya Seni, Budaya, Pariwisata,dan lainnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia