Advertisement
Peristiwa Daerah

Temui Demonstran Peternak Telur, Emil Dardak Siap Evaluasi Komitmen Penyerapan SPPG

Wagub Jatim Emil Dardak menemui massa aksi peternak ayam petelur di DPRD Jatim untuk mengawal komitmen harga penyerapan telur minimal Rp24.000/kg.

TIMES Indonesia,
Temui Demonstran Peternak Telur, Emil Dardak Siap Evaluasi Komitmen Penyerapan SPPG
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, saat menemui langsung massa aksi peternak ayam petelur di Indrapura. (Foto: Zisti Shinta/TIMESIndonesia)
A-AA+

SURABAYA Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menemui langsung massa aksi dari Paguyuban Ternak Rakyat Indonesia (Paterain) yang menggelar demonstrasi di depan Gedung DPRD Jatim, kawasan Indrapura, Senin (29/6/2026).

Di sela jalannya rapat paripurna, Emil keluar untuk mendengarkan keluhan para peternak mandiri terkait anjloknya harga telur di tingkat peternak yang berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) sejak akhir Maret 2026.

Advertisement

"Kami sangat berempati dengan kondisi peternak yang prihatin atas harga telur yang belum ideal," ujar Emil di hadapan massa aksi.

Emil mengatakan, fokus utama Pemprov Jatim saat ini tertuju pada evaluasi komitmen penyerapan telur oleh Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Satuan Pelayanan Pemakanan Bergizi (SPPG) dan mitra-mitranya.

Emil menjelaskan bahwa program penyerapan telur peternak sebanyak tiga kali seminggu dengan patokan harga minimal Rp24.000 per kilogram sebenarnya sempat berjalan lancar selama dua minggu sebelum memasuki masa libur. Namun, realisasi di lapangan menunjukkan kepatuhan yang tidak seragam di tingkat mitra usaha.

"Janji menyerap tiga kali seminggu dengan harga minimal Rp24.000 per kilo sudah terlaksana dua minggu sebelum libur. Tapi memang kepatuhan dari SPPG dan mitra bervariasi," ungkap Emil.

Mantan Bupati Trenggalek ini memberikan peringatan keras dan tidak segan mengeluarkan rekomendasi sanksi terberat bagi pihak-pihak yang sengaja ingkar dari komitmen bersama. Pemerintah daerah memastikan akan melacak rekam jejak kepatuhan para mitra tersebut demi melindungi ekosistem peternakan rakyat.

Advertisement

"Nama-nama yang sudah punya komitmen akan kami apresiasi, yang tidak punya komitmen akan kami kejar! Kalau perlu kita rekomendasikan ditutup kalau tidak nurut sama Kepala BGN," tegas Emil.

Selain masalah SPPG, para peternak juga mengeluhkan praktik kotor para broker yang kerap mempermainkan harga tingkat kandang bermodalkan informasi siaran harga yang tidak jelas. 

Menanggapi jeritan peternak, Emil akan memfasilitasi komunikasi perwakilan massa untuk melakukan audiensi langsung bersama jajaran Satgas Pangan

Langkah ini diambil untuk menegakkan Surat Edaran BAPANAS tertanggal 9 Juni yang menetapkan harga acuan Rp26.500 di tingkat produsen, sekaligus mengawal tuntutan peternak terkait transparansi harga pakan serta iklim usaha yang lebih sehat. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Zisti Shinta Maharani
PenulisZisti Shinta MaharaniPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak November 2023. Fokus di bidang politik, pemerintahan, gaya hidup, seni budaya, teknologi serta isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia