Simpang Empat Patih Kota Batu Dikebut, Pengosongan Sudah Dilakukan
Pelaksanaan Proyek Strategis Daerah (PSD) preservasi Simpang Empat Panglima Sudirman-Trunojoyo-Indragiri-Hasanudin (Patih) terus dikebut oleh Pemkot Batu.
BATU – Pelaksanaan Proyek Strategis Daerah (PSD) preservasi Simpang Empat Panglima Sudirman-Trunojoyo-Indragiri-Hasanudin (Patih) terus dikebut oleh Pemkot Batu. Memasuki tahapan penataan dan pengosongan area pada 26-28 Juni 2026, proses tersebut dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat, pelaku usaha, pedagang, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) agar pekerjaan berlangsung aman dan tertib.
Sebagai informasi, proyek preservasi Simpang Empat Patih mulai berjalan sejak 13 Mei 2026 yang ditandai dengan pembongkaran pos polisi di Jalan Panglima Sudirman sebagai langkah awal pelaksanaan proyek strategis daerah tersebut beberap waktu lalu.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu, Esty Dwiastuti, mengatakan tahapan tersebut menjadi bagian penting sebelum pekerjaan konstruksi dimulai. Menurutnya, seluruh proses dilaksanakan melalui kolaborasi lintas instansi sesuai fungsi masing-masing.
"Pengosongan area kami lakukan bersama. Dinas Lingkungan Hidup membantu proses pemindahan berbagai perabot seperti meja, kursi, dan lemari ke kendaraan. Satpol PP bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, sedangkan tim DPUPR ikut membantu masyarakat memindahkan barang menuju lokasi yang telah ditentukan," ujarnya, Senin (29/6/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah kewilayahan mulai dari Kecamatan Batu, Kelurahan Songgokerto, Desa Pesanggrahan hingga Desa Sumberejo juga ikut mendampingi warga selama proses berlangsung.
"Selain memberikan pendampingan, mereka turut menyosialisasikan tahapan pembangunan serta manfaat yang akan diperoleh masyarakat setelah proyek rampung," bebernya.
Mantan Kadis Perpustakaan dan Arsip ini memastikan seluruh tahapan penataan dilaksanakan sesuai prosedur dan mendapat dukungan dari masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
"Pemerintah adalah bagian dari masyarakat. Kita menggunakan jalan yang sama, menikmati perkembangan kota yang sama, dan nantinya juga akan merasakan manfaat pembangunan ini bersama-sama," katanya.
Ia menuturkan proyek preservasi Simpang Empat Patih memiliki masa pelaksanaan selama 150 hari kalender. Meski demikian, DPUPR menargetkan pekerjaan dapat selesai sesuai jadwal, bahkan lebih cepat, tanpa mengesampingkan kualitas konstruksi, keselamatan kerja, maupun standar teknis yang telah ditetapkan.
"Dengan waktu pelaksanaan selama 150 hari, kami optimistis pekerjaan bisa selesai tepat waktu, bahkan lebih cepat, dengan tetap mengutamakan mutu pekerjaan, keselamatan, dan seluruh prosedur yang berlaku," ungkapnya.
Menurutnya, penataan simpang tersebut diharapkan mampu menciptakan kawasan lalu lintas yang lebih aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan. Infrastruktur yang semakin baik juga diyakini akan memperkuat citra Kota Batu sebagai destinasi wisata sekaligus memberikan ruang tumbuh bagi pelaku UMKM dan sektor usaha di sekitarnya.
"Kawasan yang lebih tertata dan mudah diakses akan meningkatkan daya tarik Kota Wisata Batu. Dampaknya bukan hanya pada kelancaran arus kendaraan, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi UMKM, pedagang, dan pelaku usaha untuk berkembang," jelasnya.
Lebih lanjut, ia menilai meningkatnya aktivitas ekonomi di kawasan tersebut berpotensi mendorong kenaikan pendapatan daerah. Pendapatan itu nantinya akan kembali dimanfaatkan untuk pembiayaan pelayanan publik serta pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur di Kota Batu.
"Tumbuhnya aktivitas ekonomi akan berdampak positif terhadap pendapatan daerah. Selanjutnya akan digunakan kembali untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat dan pembangunan infrastruktur sesuai ketentuan," ujarnya.
Pihaknya pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga dan pihak yang telah mendukung kelancaran penataan kawasan. Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun selama proses ini menjadi modal dalam mewujudkan Kota Batu yang semakin tertata, aman, dan nyaman.
"Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah bergotong royong mendukung proses ini. Apa yang kita lakukan hari ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menghadirkan Kota Batu yang lebih baik bagi semua," pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


