BEM UIBU Malang Soroti Pendidikan Nasional, Desak Pemerintah Prioritaskan Kesejahteraan Guru
BEM Universitas Insan Budi Utomo Malang menyampaikan pernyataan sikap terkait pendidikan nasional. Mahasiswa mendesak pemerintah memprioritaskan kesejahteraan guru, khususnya guru non-ASN, serta pemerataan fasilitas pendidikan.
MALANG – Menyuarakan kepedulian terhadap kondisi pendidikan nasional, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Malang menggelar konsolidasi dan Mimbar Kebebasan bertajuk "BEM UIBU Menggugat Pemerintah Prabowo–Gibran: Pendidikan Terabaikan, Guru Belum Disejahterakan". Melalui forum tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah aspirasi dan tuntutan agar pemerintah memberikan perhatian lebih besar terhadap kesejahteraan guru serta peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantin Universitas Insan Budi Utomo Malang pada Senin (29/6/2026) itu menjadi ruang demokrasi bagi mahasiswa untuk menyampaikan pandangan, kritik, dan gagasan secara terbuka mengenai berbagai persoalan di sektor pendidikan.
Ketua BEM UIBU Malang, Amrozi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa dalam mengawal kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan masa depan pendidikan nasional.
"Agenda ini kami selenggarakan sebagai ruang ekspresi bagi seluruh mahasiswa Universitas Insan Budi Utomo sekaligus bentuk tanggung jawab moral untuk mengawal berbagai kebijakan pemerintah yang menyangkut masa depan pendidikan di Indonesia," ujarnya.
Dalam forum tersebut, BEM UIBU menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari kebijakan anggaran pendidikan, kesejahteraan guru non-Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga pemerataan sarana dan prasarana pendidikan di berbagai daerah.
Menurut Amrozi, kesejahteraan guru harus menjadi perhatian utama pemerintah karena tenaga pendidik merupakan fondasi dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Ia menilai peningkatan kesejahteraan guru, khususnya guru non-ASN, harus berjalan beriringan dengan pemerataan fasilitas pendidikan agar kualitas layanan pendidikan semakin baik.
"Kami berharap pemerintah dapat menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas pembangunan. Kesejahteraan guru, kepastian status tenaga pendidik, dan pemerataan fasilitas pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa. Aspirasi yang kami sampaikan hari ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masa depan pendidikan nasional," katanya.
Dalam pernyataan sikapnya, BEM UIBU mengungkapkan keprihatinan terhadap kondisi guru non-ASN yang dinilai masih menghadapi berbagai persoalan kesejahteraan. Mahasiswa menilai tenaga pendidik memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sehingga perlu memperoleh perhatian yang lebih serius.
BEM UIBU juga menyoroti besarnya anggaran Program Makan Bergizi Gratis yang mereka sebut mencapai sekitar Rp1 triliun per hari, sementara masih banyak guru non-ASN yang menghadapi keterbatasan pendapatan. Berdasarkan kondisi tersebut, mahasiswa meminta pemerintah mengevaluasi kembali skala prioritas penggunaan anggaran negara agar kesejahteraan guru menjadi salah satu fokus utama kebijakan.
Selain itu, mahasiswa menuntut peningkatan upah bagi guru honorer atau guru non-ASN secara layak dan manusiawi. Mereka juga meminta pemerintah memberikan kepastian status kepegawaian, jaminan sosial, perlindungan kesehatan, serta perlindungan hukum yang setara bagi tenaga pendidik non-ASN.
Tak hanya itu, BEM UIBU mendesak pemerintah menjaga dan meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan. Dalam tuntutannya, mahasiswa meminta agar tidak terjadi perusakan fasilitas sekolah atas nama pembangunan serta mendorong pemulihan terhadap sekolah-sekolah yang terdampak proyek pembangunan.
Mahasiswa juga menilai pelibatan masyarakat sipil dan kalangan akademisi, termasuk mahasiswa, perlu diperkuat dalam proses penyusunan maupun pengawasan kebijakan pendidikan. Menurut mereka, partisipasi publik akan membantu menciptakan kebijakan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Kami berharap suara mahasiswa tidak berhenti sebagai bentuk kritik, tetapi dapat menjadi masukan yang dipertimbangkan dalam penyusunan kebijakan. BEM UIBU berkomitmen untuk terus mengawal isu pendidikan melalui kajian, diskusi, dan penyampaian aspirasi secara damai serta bertanggung jawab," kata Amrozi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


