Advertisement
Peristiwa Daerah

Menggigil, Sumber Brantas jadi Desa Terdingin di Kota Batu Sempat 11 Derajat

Fenomena bediding mulai menyelimuti Jawa Timur termasuk Kota Batu seiring puncak musim kemarau. Suhu udara di kawasan dataran tinggi turun drastis pada malam hingga pagi hari.

TIMES Indonesia,
Menggigil, Sumber Brantas jadi Desa Terdingin di Kota Batu Sempat 11 Derajat
Titik tertinggi, Desa Sumber Brantas menjadi tempat terdingin di Kota Batu Foto : Galih Rakasiwi/TIMES Indonesia
A-AA+

BATU Fenomena bediding mulai menyelimuti Jawa Timur termasuk Kota Batu seiring puncak musim kemarau. Suhu udara di kawasan dataran tinggi turun drastis pada malam hingga pagi hari. Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, bahkan sempat mencatat suhu sekitar 11 derajat Celcius, menjadikannya salah satu wilayah terdingin di Kota Batu.

Kondisi tersebut membuat warga harus beradaptasi dengan udara yang menusuk. Meski begitu, masyarakat setempat mengaku fenomena tersebut sudah menjadi siklus tahunan yang biasa terjadi setiap musim kemarau.

Advertisement

Salah seorang warga Desa Sumber Brantas, Suwardi, mengatakan suhu udara beberapa hari lalu memang terasa sangat dingin. Namun sekarang, suhu mulai sedikit menghangat meski tetap berada di kisaran 13 hingga 15 derajat Celcius.

"Kemarin memang sempat sekitar 11 derajat, jadi terasa sangat dingin. Kalau hari ini berkisar 13 sampai 15 derajat, masih dingin tetapi sudah agak lebih hangat," ujarnya, Rabu (1/7/2026).

Untuk mengantisipasi suhu rendah saat beraktivitas di ladang, Suwardi mengaku selalu mengenakan jaket tebal agar tubuh tetap hangat.

"Kalau ke ladang saya pakai jaket yang tebal. Tapi menurut saya ini sudah biasa karena hampir setiap tahun saat musim kemarau pasti ada bediding," kata petani wortel ini.

Fenomena udara dingin tersebut juga dirasakan di sejumlah wilayah lain di Kota Batu dengan suhu rata-rata berkisar 13 hingga 15 derajat Celcius, terutama saat dini hari hingga menjelang matahari terbit.

Advertisement

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Iklim Jawa Timur, fenomena bediding memang mulai terjadi di berbagai daerah. Hasil pengamatan periode 30 Juni hingga 1 Juli 2026 menunjukkan kawasan Gunung Bromo menjadi lokasi dengan suhu terendah di Jawa Timur, yakni mencapai 8,2 derajat Celcius.

Sementara itu, AWS Kota Batu menempati peringkat keempat daerah terdingin di Jawa Timur dengan suhu minimum 13,8 derajat Celcius. Adapun lima wilayah dengan suhu terendah meliputi Bromo (8,2°C), Lanud Abd Saleh Malang (12,4°C), Tretes Pasuruan (12,6°C), Kota Batu (13,8°C), dan Karangan Trenggalek (14,7°C).

BMKG menjelaskan bediding terjadi karena pada musim kemarau langit cenderung cerah dengan sedikit awan. Akibatnya, panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih cepat terlepas ke atmosfer pada malam hari sehingga suhu udara turun cukup signifikan. Sebaliknya, pada siang hari cuaca justru terasa lebih panas dengan suhu yang diperkirakan dapat mencapai 33 hingga 36 derajat Celcius.

BMKG memperkirakan fenomena udara dingin ini masih akan berlangsung hingga sekitar Agustus 2026. Masyarakat, terutama yang beraktivitas pada malam hingga pagi hari di kawasan pegunungan dan dataran tinggi, diimbau mengenakan pakaian hangat serta menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat selama fenomena bediding berlangsung.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Galih Rakasiwi
PenulisGalih RakasiwiBergabung dengan TIMES Indonesia sejak Februari 2026 dan bertugas di Malang Raya dan sekitarnya. Meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia