DPRD Pacitan Minta Pengawasan 59.000 Ternak Diperketat Pascakasus Antraks
Ketua Komisi II DPRD Pacitan minta pengawasan 59 ribu ternak diperketat dan percepatan vaksinasi antraks, memanfaatkan 20 ribu dosis sebelum kedaluwarsa.
PACITAN – Ketua Komisi II DPRD Pacitan Rudi Handoko meminta pengawasan terhadap sekitar 59.000 ekor ternak di Kabupaten Pacitan diperketat menyusul kasus antraks yang menyebabkan delapan ternak mati di Kecamatan Pringkuku.
Ia juga mendorong percepatan vaksinasi di wilayah berisiko untuk mencegah penyebaran penyakit.
Rudi mengatakan penanganan di lokasi terdampak telah dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP).
Namun, langkah pencegahan perlu diperluas melalui pemantauan rutin terhadap populasi ternak di seluruh wilayah.
"Hasil koordinasi pemantauan saya terkait penyakit antraks ini sudah ditangani, khususnya di wilayah yang terkena kemarin. Kami berharap ini juga menjadi perhatian dan solusi terbaik untuk daerah-daerah lain dalam mengantisipasi penyakit tersebut," kata Rudi, Kamis (2/7/2026).
Rudi juga meminta masyarakat memanfaatkan layanan DKPP dan PPL untuk memperoleh informasi mengenai vaksinasi, tata cara pemeliharaan ternak, hingga pengelolaan kandang yang sehat.
Selain itu, ia mendorong Pemerintah Kabupaten Pacitan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur guna memperoleh dukungan vaksin, obat-obatan, maupun desinfektan apabila diperlukan.
Di sisi lain, Rudi mengingatkan agar stok sekitar 20.000 dosis vaksin antraks yang masih tersedia segera dimanfaatkan. Berdasarkan informasi yang diterimanya, vaksin tersebut akan kedaluwarsa pada Oktober 2026.
Ia menilai vaksinasi sebaiknya diprioritaskan di desa dan dusun yang sebelumnya terdampak wabah sebelum diperluas ke wilayah lain.
"Kami berharap dipetakan dulu wilayah yang menjadi prioritas, terutama desa atau dusun yang terdampak wabah. Itu akan menjadi bahan koordinasi kami di Komisi II," katanya.
Selain itu, Rudi juga meminta DKPP memperkuat pengawasan terhadap seluruh populasi ternak di Pacitan melalui PPL yang bertugas di masing-masing wilayah.
"Kami titip kepada Pak Kadis, dari sekitar 59 ribu populasi ternak di Kabupaten Pacitan ini harus ada pengawasan dari masing-masing PPL di wilayahnya," ujarnya.
Sebelumnya, DKPP Pacitan mencatat capaian vaksinasi antraks baru sekitar 7.000 dosis atau sekitar 25 persen dari target. Sementara stok vaksin yang masih tersedia mencapai sekitar 20.000 dosis.
Percepatan vaksinasi dilakukan setelah hasil pemeriksaan Balai Besar Veteriner Wates memastikan delapan ternak, terdiri atas tiga sapi dan lima kambing di Dusun Janglot, Desa Pelem, Kecamatan Pringkuku, mati akibat antraks.
Hingga kini, belum ditemukan kasus penularan antraks pada manusia maupun tambahan kasus pada ternak. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


