Harga Beberapa Bahan Pokok di Bondowoso Turun, Libur Sekolah dan MBG Jadi Pemicu
Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Bondowoso mulai menunjukkan tren penurunan selama masa libur sekolah.
BONDOWOSO – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Bondowoso mulai menunjukkan tren penurunan selama masa libur sekolah. Kondisi tersebut dipengaruhi melimpahnya pasokan di pasar, sementara permintaan masyarakat menurun seiring berhentinya sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Temuan itu merupakan hasil pemantauan harga yang dilakukan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso di empat pasar tradisional, yakni Pasar Induk Bondowoso, Pasar Maesan, Pasar Wonosari, dan Pasar Prajekan.
Survei dilakukan pada Senin (29/6/2026) dan dibandingkan dengan hasil pemantauan sebelumnya pada Kamis (25/6/2026).
Analis Perdagangan Ahli Muda Diskoperindag Bondowoso, Nining Ujiyanti, menjelaskan penurunan harga terjadi pada sejumlah komoditas pangan, terutama ayam potong dan aneka sayuran.
"Harga ayam potong di Pasar Induk turun dari Rp28 ribu menjadi Rp27 ribu per kilogram atau sekitar 3,6 persen. Selain itu, bawang merah, cabai merah besar, cabai rawit merah, kentang, dan kubis juga mengalami penurunan harga," ujarnya.
Penurunan paling mencolok terjadi pada komoditas cabai. Di Pasar Wonosari, harga cabai merah besar turun Rp4.000 per kilogram, dari Rp28.000 menjadi Rp24.000. Sementara di Pasar Induk Bondowoso, cabai rawit merah turun Rp5.000 per kilogram, dari Rp45.000 menjadi Rp40.000.
Menurut Nining, turunnya harga bukan disebabkan berkurangnya pasokan, melainkan melemahnya permintaan selama libur sekolah.
Program MBG yang sementara dihentikan selama masa liburan ikut mengurangi kebutuhan bahan pangan, terutama komoditas yang selama ini banyak diserap untuk kebutuhan dapur penyedia makanan bergizi bagi pelajar.
"Karena sekolah libur, MBG juga libur. Pasokan tetap melimpah, tetapi pembelian masyarakat menurun sehingga harga ikut terkoreksi," katanya.
Ia menilai kondisi tersebut justru menguntungkan masyarakat. Dengan harga ayam yang lebih rendah, daya beli warga menjadi lebih baik sehingga kebutuhan protein keluarga dapat dipenuhi dengan biaya yang lebih ringan.
Diskoperindag memperkirakan tren harga yang relatif stabil bahkan cenderung turun masih akan bertahan hingga masa libur sekolah berakhir.
Namun ketika aktivitas belajar kembali dimulai dan Program MBG kembali berjalan, permintaan diperkirakan meningkat sehingga harga beberapa komoditas berpotensi naik secara bertahap.
"Kalau MBG kembali aktif, kemungkinan harga akan bergerak naik sedikit demi sedikit mengikuti peningkatan permintaan," tutur Nining.
Meski demikian, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pangan. Diskoperindag memastikan stok berbagai komoditas pokok di Bondowoso masih mencukupi dan distribusi hingga saat ini berjalan normal.
"Pasokan ayam aman, bawang merah juga aman. Belum ada laporan gagal panen ataupun gangguan distribusi. Secara umum harga sembako juga masih relatif stabil selama MBG libur," jelasnya.
Karena itu, masyarakat diimbau memanfaatkan momentum harga yang lebih murah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, termasuk membeli persediaan secukupnya sebelum harga kembali menyesuaikan ketika aktivitas sekolah kembali normal.
Di luar komoditas pangan, Diskoperindag juga mencatat harga beberapa jenis plastik, khususnya plastik kemasan dan plastik untuk kebutuhan tembakau, masih bertahan tinggi. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi faktor distribusi global, termasuk belum sepenuhnya normalnya jalur pelayaran internasional di kawasan Selat Hormuz.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


