Kendalikan Populasi, Sudin KPKP Jakarta Utara Gencarkan Sterilisasi Kucing pada 2026
Sudin KPKP Jakarta Utara menargetkan sterilisasi 1.700 ekor kucing sepanjang 2026 untuk mengendalikan populasi dan menjaga kesehatan lingkungan.
JAKARTA – Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara menargetkan sterilisasi kucing sekitar 1.700 ekor sepanjang tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pengendalian populasi hewan tersebut di wilayah Jakarta Utara.
“Targetnya 1.700 kucing yang disterilisasi sepanjang tahun 2026,” ujar Kepala Sudin KPKP Jakarta Utara, Novy C. Palit, di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Novy menjelaskan, program sterilisasi ini telah dijalankan secara rutin sepanjang tahun melalui berbagai bentuk kolaborasi. Hingga saat ini, sebanyak 843 ekor kucing telah berhasil disterilisasi dari total target yang ditetapkan.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara juga telah bekerja sama dengan Yayasan Peduli Lingkungan Indonesia (YPLI) untuk melakukan sterilisasi terhadap 150 ekor kucing jantan lokal di Auditorium GRJU.
Menurut Novy, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengendalikan populasi kucing, sekaligus meningkatkan kesehatan hewan dan menciptakan lingkungan yang lebih aman serta nyaman bagi masyarakat.
Selain itu, Sudin KPKP Jakarta Utara menjalin kerja sama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) melalui skema swakelola tipe III untuk mensterilisasi 500 ekor kucing betina.
"Kami optimistis target 1.700 ekor dapat tercapai bahkan terlampaui. Saat ini kami terus berkomunikasi dengan berbagai klinik hewan yang bersedia berkolaborasi dan telah menyusun jadwal pelaksanaan hingga akhir tahun," tuturnya.
Ia juga mengimbau dan mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kesehatan hewan peliharaan mereka melalui program vaksinasi dan sterilisasi.
“Mari bersama-sama melakukan vaksinasi dan sterilisasi pada kucing agar kesehatannya tetap terjaga, populasinya terkendali, dan masyarakat juga merasa lebih aman serta nyaman," pungkas Novy. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


