Advertisement
Peristiwa Daerah

Surabaya Printing Expo 2026, Langkah Investasi Teknologi Percetakan Modern

Krista Exhibitions Group menghadirkan Surabaya Printing Expo 2026 yang mempertemukan ratusan perusahaan penyedia teknologi mesin cetak global.

TIMES Indonesia,
Surabaya Printing Expo 2026, Langkah Investasi Teknologi Percetakan Modern
Press conference jelang pelaksanaan Surabaya Printing Expo 2026 di Grand City Convex, Jumat (3/7/2026). (Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)
A-AA+

SURABAYA Industri percetakan di Jawa Timur terus menunjukkan perkembangan positif seiring pertumbuhan sektor manufaktur, industri kemasan, serta ekonomi kreatif di wilayah Indonesia Timur. 

Hal ini sejalan dengan proyeksi stabilitas pertumbuhan pasar digital printing nasional yang diperkirakan bakal mencapai 3,39 persen pada tahun 2027 mendatang.

Advertisement

Sementara berdasarkan data historis Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, terdapat lebih dari 978 industri skala sedang dan besar yang bergerak di sektor manufaktur termasuk percetakan, dilengkapi pula ribuan unit pelaku UMKM di provinsi ini.

Didukung transformasi digital melalui program Making Indonesia 4.0 serta pertumbuhan sektor UMKM dan e-commerce, Jawa Timur menjadi salah satu pasar strategis bagi perkembangan industri percetakan nasional.

Kondisi tersebut mendorong peningkatan kebutuhan akan kemasan produk, label, media promosi, dan layanan digital printing.

Pada saat ini, pelaku industri pun memilih berinvestasi pada teknologi percetakan yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan. 

Kota Surabaya sendiri menjadi pusat inovasi, kolaborasi, teknologi, pemasaran, dan rutin menjadi tuan rumah pameran grafika regional terbesar Surabaya Printing Expo (SPE) sebagai langkah mendukung pertumbuhan industri tersebut.

Advertisement

Pada tahun ini, Krista Exhibitions Group menghadirkan Surabaya Printing Expo 2026, pameran industri percetakan terbesar di Indonesia Timur yang memasuki penyelenggaraan ke-19. 

Pameran akan berlangsung pada 8–11 Juli 2026 di Grand City Convention Center, Surabaya, dengan menampilkan berbagai inovasi teknologi, mesin, peralatan, material, serta solusi percetakan terkini dari pelaku industri dalam dan luar negeri.

Surabaya Printing Expo 2026 mempertemukan ratusan perusahaan penyedia teknologi mesin cetak global.

CEO Krista Exhibition Daud D Salim berharap agenda tahunan tersebut dapat menjadi platform strategis yang mempertemukan produsen, distributor, pelaku usaha, desainer, hingga profesional industri untuk memperluas jejaring bisnis, mempercepat adopsi teknologi, dan mendorong pertumbuhan industri percetakan nasional, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

"Penyelenggaraan Surabaya Printing Expo 2026 menjadi momentum strategis bagi para pelaku industri untuk memperkenalkan perkembangan teknologi percetakan terkini, menawarkan solusi produksi yang lebih inovatif dan berdaya saing, serta menjalin kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan," kata Daud dalam agenda press conference, Jumat (3/7/2026).

Pameran Surabaya Printing Expo 2026 akan menghadirkan lebih dari 150 peserta, termasuk 10 pelaku UMKM, dan menargetkan 15.000 pengunjung selama empat hari penyelenggaraan. 

"Pameran ini menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan inovasi, dunia usaha, dan para pelaku industri untuk bersama-sama mendorong percepatan transformasi sektor percetakan nasional," kata Daud.

Pengunjung akan disuguhi pengalaman langsung melihat beragam teknologi mesin cetak mutakhir mulai dari digital printing, offset printing, hingga teknologi cetak masa depan seperti pencetakan 3D printing, UV printing, dan web-based printing system yang kini semakin canggih, cepat, dan hemat biaya.

Pelaku industri mulai mengintegrasikan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk proses pracetak, manajemen warna, serta efisiensi penjadwalan produksi.

"Seluruh inovasi tersebut dipamerkan oleh berbagai merek ternama dari dalam dan luar negeri, memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana industri percetakan bergerak menuju era digital dan otomatisasi," ungkapnya.

Terlebih saat ini tren teknologi dan pergeseran sektor memengaruhi permintaan pasar. Seperti textile printing, merchandise, smart packaging, hingga kemasan produk UMKM.

Pameran Surabaya Printing Expo 2026 mendapat dukungan dari PPGI – Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia, asosiasi yang menaungi sekitar 600 perusahaan grafika yang tersebar di 23 provinsi di Indonesia.

Dukungan tersebut semakin memperkuat posisi Surabaya Printing Expo (SPE) 2026 sebagai salah satu ajang strategis bagi perkembangan industri percetakan nasional, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Sebagai bagian dari rangkaian Surabaya Printing Expo 2026, penyelenggara tidak hanya menghadirkan pameran teknologi dan produk unggulan, tetapi juga berbagai seminar dan workshop yang melibatkan praktisi industri, akademisi, serta pelaku usaha.

Program acara ini dirancang untuk membahas berbagai isu strategis, mulai dari perkembangan teknologi, transformasi digital di industri percetakan, hingga inovasi yang mendukung daya saing dan pertumbuhan bisnis.

Melalui acara ini, peserta diharapkan memperoleh wawasan baru, memperluas jejaring, serta membuka peluang kolaborasi yang dapat mendorong perkembangan usaha di era digital.

Dalam rangkaian Surabaya Printing Expo 2026, akan diselenggarakan seminar dan workshop inspiratif yang ditujukan bagi pelaku UMKM, pelaku industri kreatif, desainer, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

Seminar bertajuk "Dari Ide ke Merchandise: Workshop Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Desain Merchandise Kreatif" akan membahas pemanfaatan teknologi AI dalam menciptakan desain merchandise yang inovatif, mempercepat proses kreatif, serta meningkatkan efisiensi pengembangan produk.

Seminar mengangkat tema "Strategi UMKM Naik Kelas Melalui Bisnis Kreatif & Kemasan Produk", yang akan mengupas strategi membangun daya saing UMKM melalui inovasi bisnis kreatif, penguatan branding, serta pengembangan kemasan produk yang menarik dan bernilai tambah sehingga mampu meningkatkan daya saing di pasar.

Kesuksesan Pameran Surabaya Printing Expo (SPE) 2026 tidak lepas dari dukungan berbagai kementerian, asosiasi, dan institusi.

Di antaranya Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemerintah Provinsi Jawa Timur & Kota Surabaya, KADIN Provinsi Jawa Timur & Kota Surabaya, PPGI – Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia dan ASPERAPI - Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Lely Yuana
PenulisLely YuanaPernah menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (AWS). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 8 September 2017. Meliput berbagai topik, termasuk politik, birokrasi, hukum, gaya hidup, seni dan budaya, serta isu sosial.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia