Advertisement
Peristiwa Daerah

Enam Pelukis Gresik Pameran di Jogja, Kenalkan Budaya Lewat Karya Seni

Enam perupa Gresik pamerkan 40 karya bertema “Runcang-Runcung” di Kembang Jati Art Bantul, mengangkat semangat gotong royong dan budaya maritim Gresik lewat seni rupa.

TIMES Indonesia,
Enam Pelukis Gresik Pameran di Jogja, Kenalkan Budaya Lewat Karya Seni
Salah satu pengunjung saat melihat karya seni karya seniman Gresik (Foto: Akmal/TIMES Indonesia)
A-AA+

GRESIK  Enam perupa asal Kabupaten Gresik menggelar pameran seni rupa di Kembang Jati Art, Kabupaten Bantul, D.I Yogyakarta mulai 2 Juli hingga 8 Juli 2026.

Advertisement

Seniman yang terlibat diantaranya Kris Adji AW, M. Syarifuddin, Achmad Safi’i, Erfi Sulistyanto, Riyanto, dan Achmad Husaeni. Total ada sekitar 40 karya yang dipamerkan.

Salah satu perupa, Kris Adji AW menjelaskan pameran kali ini mengangkat tema “Runcang-Runcung”. Filosofi dari gena ini memiliki makna simbolis tentang semangat kebersamaan, gotong royong, dan cita-cita untuk maju bersama.

“Tema ini memiliki makna simbolis tentang gotong royong dan maju bersama. Semangat itu yang ingin kami sampaikan melalui karya-karya yang ditampilkan,” ujarnya, Sabtu (4/7/2026).

Advertisement
Pameran seniman Gresik di Yogyakarta (Foto: Akmal/TIMES Indonesia)
Pameran seniman Gresik di Yogyakarta (Foto: Akmal/TIMES Indonesia)

Kris Adji menyatakan karya seni harus terus berkembang tanpa meninggalkan akar budaya. Salah satunya karya seni instalasi yang menggambarkan kondisi maritim Gresik.

“Gresik adalah kota maritim dan semangat itu harus terus hidup melalui karya para seniman, seni ini kami pamerkan disini sebagai bentuk kritik terhadap kondisi maritim yang makin pudar,” tuturnya.

Selain menampilkan karya, pameran ini juga menjadi ruang belajar serta kolaborasi. M.Syarifuddin, perupa lain mengatakan Yogyakarta sebagai kota budaya memberikan banyak pengalaman.

“Pameran ini penting bagi seniman untuk memperkenalkan karya. Di sini kami juga belajar karena Yogyakarta merupakan kota budaya yang menjadi barometer perkembangan seni,” katanya.

Pameran tersebut juga mendapat apresiasi dari pengunjung asal Gresik, Ricke Mayumi. Dia menilai seluruh lukisan yang dipamerkan memiliki kualitas sekaligus mampu mengenalkan budaya Gresik.

“Karyanya keren-keren dan sangat menginspirasi. Banyak pesan tentang budaya Gresik yang disampaikan melalui lukisan-lukisan ini,” ungkapnya.

Anggota DPRD Gresik Komisi II itu juga mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan kepada para pelaku industri kreatif, khususnya para seniman daerah.

“Hal ini agar para seniman terus berkarya dan membawa nama Gresik ke tingkat nasional,” terangnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Akmalul Azmi
PenulisAkmalul AzmiSarjana Ilmu Komunikasi Universitas Trunojoyo Madura (2017). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia