Advertisement
Peristiwa Daerah

Dorong Seniman Lokal ke Panggung Global, DesignHub Surabaya Siap Jadi Jujukan Karya Seni

Pameran “Layer Ruang: Doeloe, Doa, Dunia” di DesignHub Surabaya menampilkan 84 karya 11 seniman lintas profesi, memadukan arsitektur dan seni rupa dalam tiga zona kontemplatif.

TIMES Indonesia,
Dorong Seniman Lokal ke Panggung Global, DesignHub Surabaya Siap Jadi Jujukan Karya Seni
Para pameris pameran kolaboratif Layer Ruang: Doeloe, Doa, Dunia di Galeri DesignHub Surabaya. (Foto: Zisti Shinta/TI)
A-AA+

SURABAYA Logika kaku dunia arsitektur dan konstruksi runtuh dalam kebebasan ekspresi seni rupa. Menandai agenda Pre-Launch Galeri DesignHub Surabaya pada Sabtu (4/7/2026), sebuah pameran seni kolaboratif bertajuk "Layer Ruang: Doeloe, Doa, Dunia" resmi dibuka. Sebanyak 84 karya yang mengombinasikan lukisan, sketsa, hingga patung (sculpture) dari 11 seniman lintas profesi dipajang untuk menyentuh sisi humanis para penikmat seni di Kota Pahlawan.  

​Sebagai Kurator Pameran sekaligus Owner DesignHub Surabaya, Louis Lie merancang alur dan tata letak galeri ini secara linier. Bukan tanpa alasan, layouting tersebut sengaja didesain menyerupai fase kontemplasi perjalanan hidup manusia yang terbagi dalam tiga zona utama.  

Advertisement

​“Berkarya itu seperti perjalanan hidup. Di awal ada fase 'Doeloe' yang menampilkan sudut estetis Surabaya tempo dulu, lambang dari akar dan ambisi awal mencapai cita-cita. Masuk ke tengah, suasana berubah khidmat di zona 'Doa'. Ini menggambarkan fase hambatan dan pergolakan batin saat manusia melakukan perjalanan ibadah,” ujar Louis Lie saat ditemui di lokasi acara, Sabtu (4/7/2026).  

​Louis menambahkan, alur pameran ditutup oleh zona 'Dunia' yang menyajikan karya abstrak berskala internasional dengan visualisasi tujuan yang sengaja dibuat tidak jelas, merepresentasikan misteri masa depan. "Harapan kami, tempat ini menjadi jujukan utama (hub) baru bagi karya seni, bahkan ke depan fotografi juga bisa dipamerkan di sini untuk mempromosikan seniman lokal Surabaya ke panggung global," tuturnya.  

​Salah satu perwakilan seniman yang mencuri perhatian dalam pameran ini adalah Henry Siswanto. Berprofesi sebagai architectural engineer di Gracia Metalindo, Henry yang sehari-hari berkutat dengan rumus presisi tinggi di atas kertas memilih menabrak batas teknisnya ke ranah tiga dimensi menggunakan material besi dan baja.  

​Ia memamerkan rangkaian patung logam berlapis filosofis, dengan salah satu karya favoritnya yang berbentuk ikan bernama Glofish Sculpture. “Sesuai profesi, saya terbiasa dengan detail objek yang rumit. Namun, karya (Glofish Sculpture) ini sebenarnya lahir dari sebuah keisengan di tengah rutinitas profesional. Lewat logam, saya justru menemukan transparansi dan lapisan makna yang menyambungkan memori ruang,” ungkap Henry.  

​Nuansa berbeda dibawa oleh Ar. Lina Kumala, IAI. Arsitek sekaligus desainer interior dari Innovision Design ini tampil kontras dengan memamerkan 5 karya cat air (watercolor on paper) yang seluruhnya murni merekam lanskap mancanegara, tanpa ada satu pun bertema Surabaya. Karya-karya tersebut lahir dari ruang isolasi saat masa pembatasan pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.  

Advertisement

​Terkunci di dalam rumah tak membuat kreativitas Lina tumpul. Bergabung dalam gerakan global Virtual Sketch World bersama komunitas Urban Sketchers, ia melakukan perjalanan virtual keliling dunia memanfaatkan fitur Google Street View untuk berburu sudut pandang.  

​Lina secara tegas memegang prinsip orisinalitas dalam proses jurnal visualnya. "Kami tidak akan menggambar dari foto orang lain. Jadi kami memang mencari view sendiri lewat Google Street View, men-sketsanya secara mandiri, dan menyelesaikannya di rumah. Bagi saya, sketsa bangunan harus selalu memiliki dinamika kegiatan manusia di dalamnya agar karya tersebut bisa hidup dan bercerita, tidak kaku," tegas Lina.  

​Melalui pameran "Layer Ruang",

Karya seni patung besi dan baja bertajuk Glofish Sculpture milik Henry Siswanto. (Foto: Zisti Shinta/TI)
Karya seni patung besi dan baja bertajuk Glofish Sculpture milik Henry Siswanto. (Foto: Zisti Shinta/TI)
Rangkaian lukisan cat air bertema lanskap mancanegara karya Ar. Lina Kumala, IAI. (Foto: Zisti Shinta/TI)
Rangkaian lukisan cat air bertema lanskap mancanegara karya Ar. Lina Kumala, IAI. (Foto: Zisti Shinta/TI)

DesignHub Surabaya berhasil membuktikan bahwa tempat ini tidak sekadar menjadi pusat penyedia material bangunan komersial, melainkan sebuah ekosistem kreatif tempat bermukimnya rasa, memori, dan inovasi visual lintas dimensi. 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Zisti Shinta Maharani
PenulisZisti Shinta MaharaniPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak November 2023. Fokus di bidang politik, pemerintahan, gaya hidup, seni budaya, teknologi serta isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia