Kodim Bondowoso Kebut 112 Gerai Koperasi Merah Putih Tuntas Sebelum Agustus
Kodim 0822 Bondowoso memastikan pembangunan Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tahap pertama menunjukkan progres.
BONDOWOSO – Kodim 0822 Bondowoso memastikan pembangunan Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tahap pertama menunjukkan progres. Hingga awal Juli 2026, sebanyak 99 gerai telah rampung dibangun dan ditargetkan seluruh 112 gerai tahap pertama selesai pada akhir Juli.
Komandan Kodim 0822 Bondowoso, Letkol Infanteri Prawito mengatakan, pembangunan gerai tersebut dilaksanakan oleh PT Agrinas Nusantara bekerja sama dengan TNI melalui Kodim 0822. "99 gerai sudah selesai dibangun," katanya.
Menurutnya, saat ini seluruh pemerintah kabupaten dan kota masih berfokus menyelesaikan pembangunan gerai KDKMP tahap pertama sesuai target nasional.
Di Bondowoso, masih terdapat sekitar 13 gerai yang tengah dikebut pengerjaannya, agar dapat selesai sebelum tenggat waktu 16 Agustus 2026.
"Target kita, mungkin akhir Juli nanti pekerjaan 112 gerai sudah selesai semua," jelasnya, Selasa (6/7/2026).
Prawito menambahkan, setelah seluruh gerai pada tahap pertama selesai dibangun, pelaksanaan pembangunan akan dilanjutkan pada gerai-gerai yang masuk tahap kedua.
Sebelumnya, percepatan pembangunan gerai KDKMP sempat menjadi sorotan. Forum Komunikasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (FK KDKMP) Bondowoso, mendatangi DPRD Bondowoso dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada 17 Juni 2026 untuk menyampaikan aspirasi terkait lambannya penyediaan lahan pembangunan gerai di sejumlah desa.
Ketua FK KDKMP Bondowoso, Martin Zulkarnain, mengungkapkan bahwa setelah penyampaian aspirasi tersebut, proses penyediaan lahan mengalami perkembangan yang cukup pesat.
"Alhamdulillah, kami kini dilibatkan secara langsung dalam setiap tahapan progres penyediaan lahan," ujarnya.
Ia berharap percepatan penyediaan lahan segera diikuti dengan pembangunan gerai di seluruh desa agar program Koperasi Merah Putih dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathur Rozi, sebelumnya menjelaskan bahwa mayoritas gerai KDKMP dibangun di atas Tanah Kas Desa (TKD). Dari unit yang telah dipersiapkan, sebanyak 107 gerai berdiri di atas TKD, sedangkan lima unit lainnya memanfaatkan lahan milik Pemerintah Kabupaten Bondowoso.
Namun demikian, penyediaan lahan masih menjadi tantangan pada sejumlah lokasi usulan baru. Tercatat terdapat 107 desa yang membutuhkan proses penyelesaian aset lintas instansi, terdiri atas sembilan aset Pemkab, satu aset Pemprov Jawa Timur, 12 aset Perhutani, 14 aset PTP, satu aset KAI, satu aset KPPN, serta 12 lokasi yang memerlukan mekanisme tukar guling Tanah Kas Desa.
Selain itu, persoalan paling krusial masih ditemui di puluhan desa yang belum memiliki lahan sama sekali untuk pembangunan gerai.
"Dan yang menjadi catatan berat kami, ada 53 desa yang sama sekali tidak memiliki lahan," pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


