Advertisement
Peristiwa Daerah

Tragedi Menara Rubuh di Banjar: Keluarga Korban Pilih Jalur Damai, BPKPD Upayakan Santunan BPJS

Kisah duka keluarga Endut Kuswara, pekerja serabutan anggota Linmas yang tewas jatuh dari tower di Banjar, serta ikhtiar santunan dan klarifikasi status aset menara.

TIMES Indonesia,
Tragedi Menara Rubuh di Banjar: Keluarga Korban Pilih Jalur Damai, BPKPD Upayakan Santunan BPJS
Orangtua almarhum Endut mengaku ikhlas dengan kepergian Almarhum. (Foto: Susi/TIMES Indonesia)
A-AA+

BANJAR
Suasana duka masih menyelimuti kediaman pasangan lansia Hanan (76) dan Emeh (70) di RT 03/RW 19 Lingkungan Panatasan Kelurahan Pataruman.

Putra ketiga mereka dari 12 bersaudara, Endut Kuswara (46), meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan kerja tragis, jatuh dari sebuah tower.

Advertisement

Pihak keluarga menyatakan telah ikhlas menerima kepergian almarhum dan memilih untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan dengan pihak pemberi kerja.
Firasat Sang Ayah dan Ajakan Teman
Ditemui di kediamannya, Hanan menceritakan momen-momen terakhir sebelum ia menerima kabar duka tersebut. Hanan mengaku sempat merasakan firasat berupa rasa lemas yang tidak biasa saat dirinya sedang membersihkan rumput di pemakaman sekitar pukul 09.00 WIB.

"Tidak ada firasat khusus. Cuma waktu jam 09.00 saya sedang di pemakaman, rasanya lemas sekali, ada apa ini? Begitu selesai bersih-bersih dan mandi di rumah, dada saya berdebar-debar. Ternyata ada kabar si Endut jatuh dari tower," ungkap Hanan kepada TIMES  Indonesia, Senin (6/7/2026).

Hanan mengaku terkejut karena almarhum biasanya tidak pernah bekerja di ketinggian atau proyek tower. Sehari-hari, Endut bekerja serabutan seperti ke sawah, memetik alpukat, atau memanggul barang. Korban diduga mau ikut naik ke tower karena diajak oleh rekannya. Sebelum berangkat kerja, korban juga tidak menunjukkan gelagat aneh dan tidak sempat berpamitan.
Sosok Almarhum di Mata Keluarga
Semasa hidupnya, almarhum Endut tinggal bersama kedua orang tuanya. Selain bekerja serabutan, ia juga dikenal aktif membantu lingkungan sebagai anggota Linmas (Perlindungan Masyarakat).

Mengenai kehidupan pribadinya, Hanan menjelaskan bahwa putranya tersebut berstatus lajang setelah sebelumnya sempat membina rumah tangga namun kandas. "Sudah pernah menikah dua kali, tapi berpisah," jelas sang ayah.
Diselesaikan Secara Kekeluargaan
Terkait kelanjutan kasus ini, pihak pemberi kerja diungkap Hanan telah mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa dan akan memberikan uang duka.

Keluarga korban memilih jalur damai dan menganggap peristiwa ini sebagai musibah yang tidak terhindarkan.

Advertisement

"Sudah ikhlas, mau bagaimana lagi, ini musibah," tutur Hanan.

Hanan membenarkan bahwa perwakilan pemberi kerja akan memberikan uang duka sebesar Rp2 juta. Ketika dikonfirmasi mengenai sisa upah atau gaji almarhum sebesar Rp1 juta yang kabarnya belum diterima, Hanan mengaku belum mengetahui secara pasti dan belum mengusut hal tersebut lebih lanjut karena fokus pada masa berkabung.

Insiden Menara Rubuh di Banjar: BPKPD Sebut Aset Sudah Dilelang dan Milik Perorangan
Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Banjar memberikan klarifikasi terkait insiden rubuhnya menara (tower) di depan kantor BPKPD yang merenggut nyawa dua orang pekerja.

Kepala BPKPD Kota Banjar, Ian Rakhmawan Suherli, menegaskan bahwa menara tersebut sudah bukan lagi merupakan aset milik Pemerintah Kota Banjar.

"Mengenai tower itu, sebenarnya ada delapan tower dan sudah dilelang. Sudah ada pemenangnya, jadi saat ini statusnya bukan milik pemerintah lagi," ujar Ian saat memberikan keterangan kepada awak media.

Pemenang lelang perorangan menara tersebut berasal Jakarta yang memenangkan lelang delapan menara milik pemerintah tahun 2025 silam. Pihak BPKPD mengaku tidak mengetahui secara pasti status hubungan kerja para korban, apakah mereka pekerja borongan atau harian.

Ian menjelaskan bahwa menara tersebut memang dipersilakan untuk diambil bagi pihak yang berminat dengan kondisi apa adanya. Pihak BPKPD juga menegaskan tidak pernah memberikan perintah resmi untuk pembongkaran pada hari kejadian.

"Kami tidak ada menyuruh atau bagaimana. Di luar kewenangan kita untuk menyuruh, tidak ada sama sekali. Siapa saja yang mau mengambil, silakan, nanti hasilnya mungkin buat mereka," jelasnya.

Terkait waktu pembongkaran, Ian mengonfirmasi bahwa aktivitas di menara tersebut sebenarnya sudah terpantau sejak beberapa minggu sebelumnya, terutama pada akhir pekan.

"Konfirmasi memang ada beberapa hari ya, sekitar dua minggu sebelumnya di hari Sabtu dan Minggu itu ada yang naik. Kemarin sepertinya mereka memang mau mengambilnya di hari libur, cuma tepatnya kapan, saya juga tidak tahu," tambahnya.
Upayakan Santunan dan Bantuan Bagi Korban
Dalam kesempatan yang sama, Ian menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga kedua korban yang meninggal dunia akibat insiden maut tersebut.

Pihak BPKPD juga telah mendatangi rumah duka (takziah) di Purwaharja dan Penatasan. Diketahui, salah satu korban meninggal dunia yang warga Penatasan, yakni Pak Endut, merupakan anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas). Saat ini, pihak terkait sedang mengupayakan pemenuhan hak santunan kematiannya melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Sementara untuk yang lainnya, BPKPD telah berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Banjar guna mengupayakan bantuan biaya pemulasaran jenazah.

"Inisiatif dari kita untuk membantu memproses persyaratannya agar mendapatkan bantuan tersebut. Tentu ini sedang berproses, mulai dari kelurahan hingga ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk pengurusan surat keterangan kematian," pungkas Ian. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Sussie
PenulisSussieSarjana Ilmu Politik Stisip Bina Putera Kota Banjar (2011). Bergabung di Times Indonesia sejak 2021. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan hospitality.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia