Advertisement
Peristiwa Daerah

Cerita Petugas Sensus Ekonomi di Bondowoso Ditolak Warga, Terpengaruh Konten Tiktok

Petugas sensus Ekonomi di Bondowoso, Jawa Timur, mengaku mengalami penolakan secara terang-terangan dari warga.

TIMES Indonesia,
Cerita Petugas Sensus Ekonomi di Bondowoso Ditolak Warga, Terpengaruh Konten Tiktok
Ilustrasi petugas sensus ekonomi di Bondowoso mendapatkan penolakan warga (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)
A-AA+

BONDOWOSO Menjadi petugas sensus ekonomi di tengah banyaknya konten media sosial tidaklah mudah. Sebab banyak konten-konten yang justru menyudutkan petugas di lapangan sehingga warga terprovokasi untuk tidak menerima petugas dengan baik. 

Salah satunya dialami oleh BN (inisial), salah satu petugas Sensus Ekonomi di Bondowoso, Jawa Timur. Ia mengaku mengalami penolakan secara terang-terangan dari warga. 

Advertisement

Saat itu kata dia, dirinya mendatangi salah satu rumah responden. Kemudian keluarlah seorang ibu muda usia sekitar 25 tahun. Sebelum menyampaikan maksud dan tujuan, warga tersebut langsung mengusirnya. 

“Engkok tak usa data, ka essah been (Saya tidak usah didata, ke sana kamu .red),” kata BN menirukan perkataan responden. 

Menurutnya, nada bicara warga tersebut sangat tinggi dan menunjukkan penolakan. Padahal dirinya sudah menggunakan atribut yang dibekali oleh BPS (Badan Statistik Nasional), seperti ID Card, rompi dan menunjukkan surat tugas. 

“Bagi saya, hak mereka menolak. Tapi kami di lapangan kan hanya menjalankan tugas dan ada surat tugas,” paparnya dengan nada kesal. 

Namun yang membuat BN kesal, oknum warga itu juga memprovokasi warga yang lain. Namun beruntung warga di sekitarnya masih bisa menerima kedatangan petugas. 

Advertisement

Ia mengaku baru kali ini mendapatkan penolakan sejak jadi petugas sensus pada tahun 2015 lalu. 

“Saya pernah jadi petugas Sensus Pertanian, Sensus Penduduk, Reksosek dan baru sekarang ditolak warga. Dan baru satu orang,” ungkapnya. 

Hal senada juga diakui oleh petugas bernama JA. Ia hampir ditolak oleh warga. Menurutnya, warga tersebut mengaku banyak konten di TikTok bahwa petugas Sensus adalah palsu. 

“Ya mungkin karena terprovokasi konten negatif di TikTok. Setelah saya jelaskan, dan saya tunjukkan ID card dan surat tugas akhirnya kami diterima,” katanya. 

Ia berharap, warga bisa kooperatif saat didatangi petugas sensus. “Kami hanya mendata, dan menjalankan tugas. Dan data mereka dijamin aman,” ucapnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bondowoso resmi memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Pendataan akan berlangsung secara door to door mulai Senin 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. 

Total ada 993 petugas yang disebar ke seluruh wilayah kabupaten. Jumlah itu terdiri dari 874 Petugas Pendata Lapangan (PPL) dan 119 Pemeriksa (PMR).(*) 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Bahri
PenulisMoh BahriSarjana Sosial (S.Sos) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq atau UIN KHAS Jember (2018). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2018 (Tugas di Kabupaten Bondowoso). Meliput berbagai topik: Politik, peristiwa, hukum, ekonomi, budaya, kuliner dan isu-isu lainnya di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia