TIMES Forum Reset MBG, Hadirkan Ruang Kritik untuk Perbaikan Program Makan Bergizi Gratis
TIMES Indonesia menggelar Forum "Reset MBG" di Kota Malang dengan menghadirkan akademisi, pemerintah, pelaksana program, dan masyarakat untuk mengevaluasi Program Makan Bergizi Gratis.
MALANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan nasional yang paling banyak mendapat perhatian publik. Di balik besarnya harapan terhadap peningkatan kualitas gizi anak Indonesia, berbagai tantangan implementasi di lapangan juga terus bermunculan, mulai dari tata kelola, distribusi, hingga efektivitas pelaksanaannya.
Sebagai bagian dari upaya menghadirkan ruang dialog yang konstruktif, TIMES Indonesia menggelar TIMES Indonesia Forum bertajuk "Reset MBG" pada Selasa (7/7/2026) pukul 13.00 WIB di Kantor TIMES Indonesia, Jalan Besar Ijen, Kota Malang.
Forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis sekaligus merumuskan rekomendasi agar program tersebut semakin tepat sasaran, akuntabel, dan berkelanjutan.
Pemimpin Redaksi TIMES Indonesia Yatimul Ainun, yang juga bertindak sebagai moderator, mengatakan forum tersebut sengaja dihadirkan sebagai ruang evaluasi publik terhadap salah satu program strategis pemerintah.
Menurutnya, kebijakan yang menyangkut masa depan generasi Indonesia harus terus dikawal bersama agar pelaksanaannya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
"MBG adalah program strategis yang menyangkut masa depan anak-anak Indonesia. Karena itu, program ini tidak boleh menjadi sekadar proyek administratif atau pencapaian angka statistik. Yang harus diukur adalah apakah makanan benar-benar bergizi, distribusinya tepat sasaran, tata kelolanya akuntabel, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ujar Yatimul Ainun.
Ia menambahkan, kritik terhadap pelaksanaan MBG semestinya dipandang sebagai bagian dari proses penyempurnaan kebijakan, bukan sebagai upaya melemahkan program.
"TIMES Indonesia percaya kebijakan publik yang baik adalah kebijakan yang terbuka terhadap kritik. Melalui Forum Reset MBG, kami ingin memastikan diskusi tidak berhenti pada pujian atau penolakan, tetapi menghasilkan rekomendasi yang berbasis data, pengalaman lapangan, dan kepentingan masyarakat. Program sebesar MBG membutuhkan pengawasan publik yang sama besarnya," tegasnya.
Forum tersebut menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, yakni Sekretaris Komisi A DPRD Kota Malang Harvad Kurniawan Ramadhan, analis kebijakan publik Mohamad Iksan, akademisi Muhammad Nafis, dosen ekonomi dan bisnis Prof. Abdul Mongid, Pemuda Muhammadiyah Damanhury Jab, Kepala PAUD KB Muslimat NU Sukolilo Jabung Ika Nova Sari, pengusaha H. Makhrus Sholeh, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Malang drg. Muhammad Zamroni, Deputi Advokasi dan Pemberdayaan Petani Aliansi Petani Indonesia (API) M. Izzuddin, serta mahasiswa Antropologi Universitas Brawijaya Mohammad Rafi Azzamy.
Diskusi juga melibatkan guru, mahasiswa, orang tua siswa, pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), relawan, serta berbagai elemen masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaan Program MBG.
Melalui forum ini, TIMES Indonesia berharap berbagai pandangan yang muncul tidak hanya menjadi bahan diskusi, tetapi juga melahirkan rekomendasi yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam menyempurnakan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Dengan demikian, tujuan besar meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia dapat diwujudkan melalui tata kelola yang lebih baik, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


