Advertisement
Peristiwa Daerah

Pesona Noni Manis Siap Curi Perhatian Penonton Banyuwangi Ethno Carnival 2026

Keanggunan seorang Noni Belanda akan menjadi salah satu warna yang menghiasi panggung Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026.

TIMES Indonesia,
Pesona Noni Manis Siap Curi Perhatian Penonton Banyuwangi Ethno Carnival 2026
Diva, salah satu peserta BEC 2026 tampil sebagai Noni Belanda. (FOTO: Ikromil Aufa/TIMES Indonesia)
A-AA+

BANYUWANGI Keanggunan seorang Noni Belanda akan menjadi salah satu warna yang menghiasi panggung Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026.

Ya, sosok tersebut salah satunya diperankan oleh Diva Mozza, peserta asal Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, yang siap memikat perhatian penonton lewat perpaduan kostum mewah, gestur, dan ekspresi yang selaras dengan tema besar “Perang Bayu”.

Advertisement

BEC 2026 kembali digelar pada pertengahan Juli tahun ini dengan tajuk “Perang Bayu”, yang mengangkat kisah heroik perjuangan masyarakat Bumi Blambangan melawan kolonial Belanda.

Tema tersebut kemudian dipecah ke dalam lima subtema, yakni Hasil Bumi, Situs Perang, VOC dan Sekutu, Genderang Perang dan Alat Perang, serta Pejuang Blambangan.

Dalam pementasan itu, Diva mendapat peran sebagai Noni Belanda, karakter yang menjadi bagian dari subtema VOC dan sekutu. Meski tampil sebagai tokoh dari pihak kolonial, perannya menjadi pelengkap alur cerita yang diangkat dalam karnaval budaya tahunan tersebut.

“Tahun ini saya memerankan karakter Noni Belanda pada subtema VOC dan Sekutu,” kata Diva, ditemui usai penilaian juri sekaligus penampilan di hadapan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di Gesibu Blambangan, Selasa (7/7/2026).

Diva saat tampil di hadapan dewan juri dan Bupati Banyuwangi, di Gesibu Blambangan. (FOTO: Ikromil Aufa/TIMES Indonesia)
Diva saat tampil di hadapan dewan juri dan Bupati Banyuwangi, di Gesibu Blambangan. (FOTO: Ikromil Aufa/TIMES Indonesia)

Bagi dara ayu yang kini menekuni dunia modeling bersama Sella Models Banyuwangi itu, memerankan karakter Noni bukan hanya mengenakan kostum yang indah.

Advertisement

Peraih Top Model Jawa Timur 2023 itu, juga harus mampu menghadirkan pembawaan yang sesuai dengan karakter yang diperankan agar pesan yang ingin disampaikan kepada penonton dapat terasa lebih hidup.

“Kalau memerankan Noni, ekspresinya harus imut, ceria, dan anggun. Tidak mungkin terlihat judes karena karakter Noni identik dengan sosok yang elegan,” cetusnya.

Pengalaman tampil di BEC juga bukan hal baru bagi perempuan berusia 19 tahun tersebut. Tahun ini menjadi penampilan keempatnya setelah mengikuti BEC sejak 2023.

Menurut Diva, setiap penyelenggaraan BEC selalu menghadirkan tantangan baru karena peserta tidak hanya dituntut mengenakan kostum spektakuler berbobot puluhan kilo, tetapi juga menghidupkan cerita melalui gerakan tubuh, mimik wajah, hingga interaksi dengan penonton.

“Semoga BEC semakin sukses, semakin maju, dan terus menjadi kebangaan Banyuwangi,” harapnya.

BEC 2026 sendiri kembali masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN). Tak sekadar menjadi panggung kreativitas para perancang busana dan seniman, festival ini juga menjadi media edukasi yang mengangkat sejarah Banyuwangi melalui pertunjukan jalanan.

Setiap peserta menghadirkan narasi yang dituangkan lewat rancangan kostum, koreografi, hingga ekspresi, sehingga penonton tidak hanya menikmati kemegahan visual, tetapi juga memahami kisah di balik setiap penampilan.

Hal itu selaras dengan tema besar BEC 2026, yakni "Perang Bayu", yang mengangkat salah satu peristiwa bersejarah di Bumi Blambangan.

Perang Bayu merupakan bagian dari rangkaian konflik besar di Blambangan pada akhir abad ke-18 yang memuncak dalam Puputan Bayu, sebagai simbol perlawanan rakyat Blambangan terhadap VOC.

Melalui pengemasan yang atraktif, kisah sejarah tersebut dihadirkan dalam balutan seni pertunjukan yang dapat dinikmati semua kalangan. BEC 2026 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (18/7/2026).

Seperti penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, ruas jalan utama di pusat Kota Banyuwangi akan disulap menjadi panggung karnaval sepanjang rute acara, menghadirkan pengalaman wisata budaya yang unik bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Muhamad Ikromil Aufa
PenulisMuhamad Ikromil AufaPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2024. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia