Advertisement
Peristiwa Daerah

Pastikan Kesiapan Program MBG di Tahun Ajaran Baru, Pemkab Banjarnegara Lakukan Ini

Pemkab Banjarnegara gelar pembinaan MBG 2026/2027. Fokus pada kesiapan operasional, ketepatan distribusi, dan perlindungan JKN untuk 4.815 relawan SPPG agar program berjalan optimal.

TIMES Indonesia,
Pastikan Kesiapan Program MBG di Tahun Ajaran Baru, Pemkab Banjarnegara Lakukan Ini
Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali berikan sambutan dalam kegiatan pembinaan program MBG (FOTO: Dok Kominfo)
A-AA+

BANJARNEGARA Untuk memastikan kesiapan operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tahun ajaran baru 2026-2027, Pemkab Banjarnegara menggelar pembinaan MBG di Aula Sasana Abdi Praja, Sekretariat Daerah Banjarnegara, Selasa (7/7/2026).

‎Disamping dilakukan pembinaan juga dilaksanakan sosialisasi perlindungan jaminan kesehatan bagi relawan Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) oleh BPJS Kesehatan Cabang Kebumen.

Advertisement

‎Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali, menjelaskan, kesuksesan program MBG tidak hanya bergantung pada kualitas nutrisi, tetapi juga pada kesehatan para relawan yang berada di garis depan.

‎"Relawan adalah pejuang dalam menghadirkan pelayanan makan bergizi bagi siswa. Kesehatan mereka adalah hal yang vital dan tidak boleh dikesampingkan," tegasnya.

‎ Wabub juga ingin memastikan seluruh ekosistem MBG, mulai dari relawan hingga penerima manfaat, benar-benar terlindungi secara kesehatan.

‎Wakhid juga menekankan pentingnya komitmen pemberi kerja, dalam hal ini pihak yayasan dan mitra, untuk memastikan seluruh tenaga relawan terdaftar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

‎Banyak Aduan Masyarakat 

Advertisement

‎Dalam kesempatan ini, Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali juga menyoroti sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait distribusi makanan.

‎Ia mengingatkan para pengelola SPPG agar mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP), khususnya mengenai ketepatan waktu pengiriman.

‎"Banyak aduan bahwa makanan datang terlambat saat jam istirahat sudah usai, atau bahkan saat siswa sudah pulang. Ini mengganggu jam pelajaran," ujarnya.

‎Oleh karena itu, karena program ini mendapat sorotan, maka pengelolaan haria disiplin. "Jangan sampai ada celah kesalahan yang justru mencederai kepercayaan masyarakat," tandas Wakhid Jumali.

‎Dalam kesempatam yang sama, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen, dr. Dina Diana Permata, M.M., A.A.K., menyoroti pentingnya perlindungan kesehatan bagi 4.815 relawan yang tersebar di 109 SPPG di Banjarnegara.

‎Berdasarkan data, tingkat keaktifan kepesertaan JKN di Kabupaten Banjarnegara saat ini mencapai 72,47%, dengan target cakupan Universal Health Coverage (UHC) yang terus didorong.

‎"Kami mendorong yayasan dan mitra untuk proaktif mendaftarkan relawannya. Jika relawan sudah memiliki kepesertaan dari segmen PBI atau daftar mandiri, yayasan cukup memastikan statusnya aktif. Jika belum, inilah saatnya kita berikan perlindungan agar mereka dapat bekerja dengan tenang," jelas dr. Dina.

‎Kepala Satuan Tugas Harian MBG Banjarnegara, Izak Danial Alloys menjelaskan, selain masalah waktu, evaluasi juga menyentuh aspek pemerataan distribusi. 

‎Perwakilan Dinas Pendidikan menyampaikan masukan terkait aksesibilitas sekolah-sekolah di wilayah pinggiran atau daerah dengan medan sulit, yang seringkali menjadi kendala bagi pihak SPPG dalam pengiriman logistik.

‎Pemkab Banjarnegara imbuh dia berkomitmen untuk melakukan evaluasi lintas sektor dan Satgas MBG Banjarnegara akan terus memantau kinerja yayasan dan mitra guna memastikan setiap porsi makan bergizi memenuhi standar gizi, tepat sasaran, dan sampai ke tangan siswa tepat waktu. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Muchlas Hamidi
PenulisMuchlas HamidiBergabung dengan TIMES Indonesia sejah tahun 2020 Liputan : Sosial, Budaya, dan isu atau kejadian di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia