Advertisement
Peristiwa Daerah

Ibu Meninggal Usai Melahirkan, Bayi Kembar Prematur di Bondowoso Butuh Perhatian

Dua bayi kembar prematur, Ananda Dea dan Ananda Deo di Bondowoso, harus menghadapi perjuangan hidup sejak hari-hari pertama kelahirannya setelah kehilangan sang ibu

TIMES Indonesia,
Ibu Meninggal Usai Melahirkan, Bayi Kembar Prematur di  Bondowoso Butuh Perhatian
Kondisi bayi kembar prematur di Bondowoso butuh perhatian setelah ditinggal meninggal dunia ibunya (FOTO: Istimewa)
A-AA+

BONDOWOSO Duka menyelimuti sebuah keluarga di Dusun Kobiung, Desa Pakisan, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso. Dua bayi kembar prematur, Ananda Dea dan Ananda Deo, harus menghadapi perjuangan hidup sejak hari-hari pertama kelahirannya setelah kehilangan sang ibu.

Kedua bayi tersebut lahir sekitar 20 hari lalu di RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso melalui proses operasi sesar. Karena lahir prematur, kondisi keduanya membutuhkan perhatian khusus. 

Advertisement

Berat badan Dea saat dilahirkan hanya 1,2 kilogram, sedangkan Deo memiliki berat 1,4 kilogram.

Setelah menjalani perawatan selama empat hari di rumah sakit, ibu mereka, Qinanah, diperbolehkan pulang bersama kedua buah hatinya. Namun kebahagiaan keluarga itu tidak berlangsung lama.

Beberapa hari setelah kembali ke rumah, kondisi kesehatan Qinanah justru memburuk. Tubuhnya mengalami pembengkakan hingga akhirnya kembali menjalani pemeriksaan pascamelahirkan di rumah sakit. Dokter menyatakan ia mengalami komplikasi serius.

Empat hari setelah pemeriksaan tersebut, Qinanah meninggal dunia di kediamannya. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, terlebih kedua bayi kembarnya belum sempat mendapatkan air susu ibu (ASI).

Dalam kondisi tersebut, kedua bayi akhirnya diasuh oleh kerabat almarhumah yang juga memiliki keterbatasan ekonomi. Kebutuhan dasar bayi, mulai dari perlengkapan tidur hingga susu formula, menjadi persoalan yang belum sepenuhnya terpenuhi.

Advertisement

Keterbatasan itu membuat keluarga mengunggah permohonan bantuan melalui status WhatsApp. Mereka berharap ada warga yang bersedia menyumbangkan kasur, maupun bantal layak pakai sebagai tempat tidur kedua bayi tersebut.

Unggahan tersebut kemudian mendapat perhatian dari relawan DPC GRIB Jaya Bondowoso. Ketua DPC GRIB Jaya Bondowoso, Joni AP, segera menginstruksikan tim Satgas untuk mendatangi kediaman keluarga di Dusun Kobiung pada Selasa (7/7/2026) kemarin.

Relawan membawa sejumlah bantuan darurat berupa perlengkapan bayi, pakaian, serta susu formula untuk membantu memenuhi kebutuhan Dea dan Deo.

"Kami menangis melihat kondisi di lapangan. Kami mengetuk hati semua pihak dan berharap ada perhatian khusus yang mendesak dari pemerintah daerah," ujar Joni AP singkat, Rabu (8/7/2026).

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Bahri
PenulisMoh BahriSarjana Sosial (S.Sos) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq atau UIN KHAS Jember (2018). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2018 (Tugas di Kabupaten Bondowoso). Meliput berbagai topik: Politik, peristiwa, hukum, ekonomi, budaya, kuliner dan isu-isu lainnya di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia