Gelar TOF SPAB, BPBD Jatim dan IGI Siapkan Guru Fasilitator Sekolah Aman Bencana
Sebanyak 89,2 persen atau 3.645 SMA sederajat di Jawa Timur masuk kategori rawan bencana tinggi. BPBD Jatim gelar TOF SPAB untuk tingkatkan kapasitas guru.
SURABAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur kembali menggelar Training of Facilitator Satuan Pendidikan Aman Bencana (TOF SPAB) bagi perwakilan guru SMA sederajat di The Southern Hotel, Surabaya.
Kegiatan yang berkolaborasi dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Jatim, Kanwil Kemenag Jatim, dan Dinas Pendidikan Jatim ini merupakan kelanjutan dari TOF SPAB yang sebelumnya dilaksanakan secara daring pada 22–23 Juni 2026 lalu. Sebanyak 50 guru SMA/SMK perwakilan dari 38 kabupaten/kota se-Jatim mengikuti kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto.
Turut hadir dalam pembukaan kegiatan ini, Sekretaris BPBD Jatim Andhika N. Sudigda, Kabid PK Deni Kiki Melia Tamara, Kabid RR Dhani Aribowo, TA BPBD Jatim Bige Agus Wahjuono, Tenaga Ahli Seknas SPAB Kemendikdasmen RI Jamjam Muzakki, dan Ketua IGI Jatim Sukari.
Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto, dalam sambutannya menegaskan pentingnya TOF SPAB dalam percepatan ketangguhan sekolah di Jatim. Sebab, saat ini masih banyak institusi pendidikan yang memiliki kerawanan tinggi namun belum mendapatkan pelatihan kebencanaan.
Ia mengungkapkan, dari total 4.088 SMA sederajat di Jatim, sebanyak 3.645 sekolah atau sekitar 89,2 persen masuk dalam kategori rawan bencana tinggi. Sementara itu, baru sekitar 2 persen atau 95 sekolah yang sudah mendapatkan pelatihan SPAB.
Melalui pelaksanaan TOF SPAB ini, percepatan ketangguhan sekolah diharapkan dapat berjalan optimal melalui peningkatan kapasitas guru yang nantinya akan diimplementasikan di sekolah masing-masing.
Peran Strategis Guru dalam Pendidikan Kebencanaan
Ketua IGI Jatim, Sukari, turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPBD Jatim atas kolaborasi rutin tahunan dalam pelaksanaan TOF SPAB. Menurutnya, pelibatan guru dalam peningkatan kapasitas kebencanaan sangat krusial karena guru merupakan ujung tombak dalam proses pembelajaran di sekolah.
"Dengan bekal materi kebencanaan yang diberikan, saya yakin ini akan turut mewujudkan percepatan ketangguhan sekolah yang tujuan akhirnya akan menciptakan kondisi satuan pendidikan yang aman dan nyaman," ujar Sukari, Rabu (8/7/2026).
Adapun materi yang diberikan dalam kegiatan TOF SPAB ini meliputi peta jalan dan kebijakan kerangka kerja SPAB, Kajian Risiko Bencana Partisipatif (KRBP) & Tim Siaga Sekolah, Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), serta simulasi bencana.
Pada hari kedua pelaksanaan TOF SPAB, para peserta dijadwalkan melakukan kunjungan ke Taman Edukasi Bencana BPBD Jatim. Selain meninjau berbagai fasilitas pembelajaran kebencanaan, di area tersebut para peserta juga diajak merancang agenda tindak lanjut dari pelaksanaan program ini. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


