Mendes RI Gandeng Unida Gontor Kejar Pembangunan 9.300 Desa Tertinggal
Mendes PDTT Yandri Susanto gandeng UNIDA Gontor dan pesantren untuk kolaborasi membangun desa, menuntaskan 9.300 desa tertinggal dan memperkuat pemerataan ekonomi.
PONOROGO – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengajak Universitas Darussalam (Unida) Gontor untuk berkolaborasi membangun desa, utamanya menuntaskan sekitar 9.300 desa tertinggal dari total 75.266 desa di Indonesia.
Yandri di UNIDA Gontor, Rabu (8/7/2029), mengatakan bahwa pondok pesantren dinilai sangat strategis dan penting untuk berbangsa dan bernegara. Sumbangsihnya untuk Merah Putih tidak perlu diragukan lagi.
"Komitmen pondok pesantren tidak perlu diragukan lagi, apalagi Gontor yang telah dikenal dalam dan luar negeri," kata Mendes Yandri saat peluncuran Desa Binaan Agrotourism dan Sekolah Wakaf Berkah Indonesia, di UNIDA Gontor.
Dia menjelaskan, di era Presiden Prabowo Subianto, lahir Asta Cita keenam, yaitu Membangun dari Desa dan dari Bawah untuk Pemerataan Ekonomi dan Pemberantasan Kemiskinan.
"Asta Cita ini kami turunkan jadi 12 Aksi Bangun Desa, Bangun Indonesia," kata Mantan Wakil Ketua MPR RI ini.
Sebanyak 12 aksi tersebut, di antaranya BUMDesa, Koperasi Desa Merah Putih, Ketahanan Pangan Lokal yaitu pembentukan Desa Tematik. Kemudian, ada Desa Wisata dan Desa Ekspor, di mana saat ini desa sudah bisa langsung ekspor ke 49 negara tujuan.
Oleh karena itu, dia mengajak Yayasan Gontor atau Unida kolaborasi dengan Kemendes dengan menunjuk desa-desa binaan yang nantinya diarahkan sesuai potensi untuk jadi penyuplai bahan baku untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau diekspor.
"Saya mengajak para mahasiswa untuk tidak lagi berpikir mencari pekerjaan tapi menciptakan lapangan kerja buat rakyat yang banyak," kata Mantan Ketua Komisi VIII DPR RI ini.
Terkait Kopdes Merah Putih, Yandri mengatakan, saat ini sedang proses pembangunan gudang dan gerai, termasuk persiapan operasionalisasi. Namun, katanya, kerja sama dengan usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) maupun produk desa bisa tetap terjalin. Tenaga kerja diwajibkan berasal dari warga lokal desa.
Kopdes Merah Putih, BUMDesa, hingga Desa Tematik diharapkan menjadi alat untuk lakukan pemerataan ekonomi di Indonesia.
"Untuk itu perlu kolaborasi, kami di Kemendes menggunakan Kolaborasi Octahelix yang melibatkan banyak termasuk kampus," katanya.
Delapan pihak dalam Kolaborasi Octahelix ini seperti Kampus, Media, Organisasi Masyarakat, dan Dunia Usaha harus seiring sejalan untuk memastikan pembangunan di desa berjalan dengan maksimal.
Dia optimistis hal itu dapat berjalan maksimal apabila pondok pesantren turut berpartisipasi. Menurutnya, kehadiran pesantren juga penting mengingat ancaman narkoba hingga judi daring juga mulai merambah desa.
Dalam kunjungannya ke UNIDA Gontor, Mendes RI Yandri Susanto, diterima langsung Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) KH Hasan Abdullah Sahal, KH Akrim Mariyat, Rektor Unida Gontor Prof.Dr. KH Hamid Fahmi Zarkasyi.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


