Advertisement
Peristiwa Daerah

Kawal Hak Korban Tower Simda Roboh, Ormas Gibas dan Komunitas Apache Datangi BPKPD Kota Banjar

Gibas dan komunitas Apache audiensi ke BPKPD Kota Banjar memperjuangkan hak ahli waris korban robohnya tower Simda, disepakati santunan, BPJS, dan tahlil bersama.

TIMES Indonesia,
Kawal Hak Korban Tower Simda Roboh, Ormas Gibas dan Komunitas Apache Datangi BPKPD Kota Banjar
Ketua Gibas didampingi Apace saat memberikan keterangan usai audensi dengan BPKPD Kota Banjar. (Foto: Susi/Times Indonesia)
A-AA+

BANJAR Organisasi Masyarakat Gibas Resort Kota Banjar bersama komunitas Apache mendatangi Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Banjar.

Kedatangan mereka bertujuan sebagai aksi  kemanusiaan bagi ahli waris almarhum Apip dan Endut, pekerja yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja dalam insiden robohnya tower Simda di kompleks perkantoran Purwaharja, Sabtu pekan lalu.

Advertisement

Ketua Gibas Kota Banjar, Gintara Ginting, menyatakan bahwa audiensi ini dilakukan untuk memastikan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kepastian terkait hak-hak almarhum. Langkah ini sekaligus mengklarifikasi isu yang sempat menjadi sorotan publik.

"Kami datang ke dinas ini untuk memperjuangkan hak kemanusiaan yang menimpa keluarga dan rekan kami. Alhamdulillah, berkat komunikasi dan diskusi yang baik dengan Pak Kepala Dinas, sudah ada solusi terbaik. Pihak ahli waris akan mendapatkan hak-hak mereka," ujar Ginting, Rabu (8/7/2026).

Gintara menambahkan, kedatangan mereka membuahkan hasil positif setelah pihak dinas mengakomodir tiga tuntutan utama yang diajukan, yaitu:
1. Pengurusan BPJS Ketenagakerjaan (Kematian) untuk almarhum Apip.
2. Pemberian uang kerohiman bagi keluarga korban yang nominalnya tengah dibahas secara internal oleh dinas.
3. Pelaksanaan tahlil dan doa bersama di area kantor dinas.
"Intinya maksud dan tujuan kami datang ke sini sudah terpenuhi dan diakomodir. Masalah yang kemarin sempat menjadi framing berita di mana-mana sekarang sudah clear dan selesai," tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPKPD Kota Banjar, Ian Rakhmawan Suherli, membenarkan adanya titik temu dalam audiensi tersebut. Ia menegaskan bahwa sejak awal pihak pemerintah kota berkomitmen untuk mengupayakan hak-hak bagi korban.

"Alhamdulillah, pada prinsipnya dari awal pun kita berupaya memperjuangkan hak-hak yang bersangkutan. Akhirnya ada titik temu bahwa hak-haknya akan diperjuangkan secara prioritas," kata Ian.

Advertisement

Mengenai santunan, Ian menjelaskan bahwa untuk korban yang tidak tercover oleh BPJS Ketenagakerjaan, pihak dinas akan berupaya memberikan bantuan yang setara demi meringankan beban keluarga.

Selain penyelesaian materiil, pihak BPKPD Kota Banjar bersama Ormas Gibas dan Apache juga sepakat untuk menggelar kegiatan spiritual  tahlilan di area kantor sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum.

"Sesuai kesepakatan, insyaallah malam Jumat nanti kita akan mengadakan doa bersama atau tahlilan di sekitar sini. Bagaimanapun ini adalah prosesi yang sangat baik menurut agama, dan ini menjadi hal yang baik untuk kita semua," pungkas Ian.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Sussie
PenulisSussieSarjana Ilmu Politik Stisip Bina Putera Kota Banjar (2011). Bergabung di Times Indonesia sejak 2021. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan hospitality.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia