Advertisement
Peristiwa Daerah

Dieng Banjarnegara Capai Suhu Terendah Minus 6 Derajat Celcius, Petani Kentang Diminta Waspada

Suhu Dieng anjlok hingga -6°C memicu embun es tebal: surga wisata musim dingin, namun jadi ancaman serius bagi tanaman kentang dan memaksa petani berinovasi.

TIMES Indonesia,
Dieng Banjarnegara Capai Suhu Terendah Minus 6 Derajat Celcius, Petani Kentang Diminta Waspada
Fenomena alam embun es di di kawasan Dataran Tinggi Dieng (DTD) Kabupaten Banjarnegara. (Foto: Hamid UPT Dieng for TIMES Indonesia)
A-AA+

BANJARNEGARA Suhu udara di kawasan Dataran Tinggi Dieng (DTD) Kabupaten Banjarnegara semakin ekstrem hingga minus 6 derajat celcius pada, Kamis (9/7/2027) pagi. 

‎Berdasarkan informasi, malam ini di wilayah bawah DTD Batur, suhu udara terus menurun hingga 10 derajat Celcius. Saat suasana langit cerah tidak berangin, dipastikan besok paginya akan turun embun upas.

Advertisement

‎Fenomena alam DTD tahunan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan namun sebaliknya menjadi tantangan bagi para petani kentang. 

‎Karena embun es atau warga biasa menyebut bun upas justru dapat memastikan tanaman ini. Sehingga petani harus melakukan inovasi/perawatan ekstra untuk menghindari kerusakan.

Butiran embus es menutup dedaunan
Butiran embus es menutup dedaunan

Capai Titik Terendah di Tahun 2026

‎Aryadi Darwanto, pembuat aplikasi pengukur suhu permukaan tanah Dieng saat dihubungi TIMES Indonesia, Kamis malam (9/7/2026) menyebut pergerakan suhu udara di DTD terus menurun sejak Rabu malam (8/7/2026). 

‎Berdasarkan pantauannya, Kawasan Candi Dieng pada Rabu malam sekitar pukul 22.21 WIB saja sudah minus 3 derajat celcius. Angka ini terus menurun hingga dini hari hingga pada puncaknya  minus 6 derajat celcius.

Advertisement

‎Areanya juga meluas hingga ke Gunung Bisma dan kawah Sikidang. Embun es kali  ini semakin tebal menyebabkan kaca mobil yang diparkir tertutup embun es.

‎Aryadi Darwanto menambahkan jika tanda - tanda kemunculan embun es di Dieng sudah dapat terdeteksi melalui kasab alam (insting) dan alat pengukur suhu permukaan tanah.

‎"Jika cuaca di Dieng cerah atau tidak ada awan dan angin pada siang hari, kemungkinan besar muncul embun es," katanya.

‎Oleh karena itu, sebagian besar petani kentang juga sudah memahami bagaimana cara mengatasi fenomena alam ini, walau hasilnya belum maksimal.

‎"Selama ini warga atau petani kentang di Dieng juga sudah mencoba antisipasi dengan penyiraman di malam hari. Namun hasilnya belum maksimal karena air siraman - nya malah membeku," ujarnya. 

‎Ia juga menyarankan agar tanaman lebih aman dari embun es,  inovasi bisa dilakukan dengan bertani dengan greenhouse. Karena suhu udara  dapat di modifikasi, tambah lampu dan angin. 

‎"Kalo masih bertani seperti biasa, ketika muncul embun es tebal, jelas akan mengurangi kualitas kentang jika tanaman sudah tua, jika muda, otomatis tanaman mati," tandasnya.

‎Untuk para wisatawan, Aryadi Darwanto menyarankan sebaiknya menggunakan sepatu, jaket, pakaian hangat dan jangan lupa pakai pelembab untuk kulit. Karena suhu dingin dengan kelembaban udara rendah, bikin kulit perih dan kering 

‎Sementara untuk suasana malam ini, Dieng cerah, tidak berangin dan  memungkinkan besok muncul embun es, walo tidak setebal hari ini.

‎Disampaikan Aryadi, embun es di Dieng kali pertama muncul di tahun 2026 pada  bulan Mei. Namun hanya terjadi satu kali pada tanggal 7 Mei, disekitar Candi Arjuna dan Lapangan Pandawa. Kemudian pada bulan Juni, pada tanggal 7 - 10  (4 hari berturut-turut).

‎Suhu udara dingin di Dieng diperkirakan akan berlangsung hingga Agustus 2026 saat gelaran Dieng Culture Festival (DCF) 2026 pada 28-30 Agustus 2026 mendatang. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Muchlas Hamidi
PenulisMuchlas HamidiBergabung dengan TIMES Indonesia sejah tahun 2020 Liputan : Sosial, Budaya, dan isu atau kejadian di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia