Gerakan Nasional Pesantrenku Aman Road Show Jatim Dimulai dari Banyuwangi
Gerakan Nasional Pesantrenku Aman memulai Road Show Jawa Timur dari Ponpes Darussalam Blokagung Banyuwangi untuk memperkuat pesantren ramah anak dan bebas kekerasan.
BANYUWANGI – Gerakan Nasional Pesantrenku Aman resmi memulai Road Show Jawa Timur dari Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Blokagung, Banyuwangi, Jumat (10/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat upaya menciptakan lingkungan pesantren yang aman, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Peluncuran gerakan tersebut ditandai dengan penabuhan gong, yang menjadi simbol dimulainya gerakan penyelamatan moral serta masa depan generasi bangsa. Kegiatan juga dirangkaikan dengan Halaqah Pengasuh Pondok Pesantren yang diikuti para pengasuh pesantren dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Banyuwangi dipilih sebagai titik awal road show karena menjadi daerah lahirnya gagasan Gerakan Nasional Pesantrenku Aman. Gerakan ini pertama kali digaungkan saat pelantikan Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama (NU) Banyuwangi, Dr. KH. Ahmad Munib Syafa'at, Lc., M.E.I.
Kini, Gerakan Nasional Pesantrenku Aman telah menjadi salah satu program utama RMI PBNU dan RMI tingkat kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Program tersebut dijalankan bersama Satuan Anti Kekerasan (SAKA) Pesantren bentukan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Dalam pelaksanaannya di Ponpes Darussalam Blokagung, gerakan ini berfokus membangun ekosistem pesantren yang ramah anak dengan menutup ruang bagi berbagai bentuk kekerasan, mulai dari perundungan (bullying) hingga kekerasan seksual.
Gerakan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang aman, nyaman, serta tetap mempertahankan perannya sebagai lembaga pendidikan asli Nusantara.
"Untuk itu, dalam kegiatan ini juga dilakukan pelatihan intensif kepada pengurus dan pengasuh pesantren (musyrif/musyrifah). Tujuannya agar mereka terampil mengelola serta mendampingi santri secara psikologis maupun edukatif," ujar Ketua RMI NU Banyuwangi, Dr. KH. Ahmad Munib Syafa'at, Lc., M.E.I.
Menurut Gus Munib, sapaan akrabnya, Gerakan Nasional Pesantrenku Aman perlu terus dimasifkan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi lembaga pesantren saat ini.
Ia menilai terdapat kecenderungan munculnya framing negatif dan stigma terhadap pesantren yang berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat.
"Karena itu masyarakat, khususnya warga Nahdliyin, perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai upaya yang dapat mencederai kepercayaan publik terhadap pesantren," katanya.
Gus Munib menegaskan, pesantren memiliki peran penting dalam sejarah bangsa, tidak hanya sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai tempat pembentukan karakter, kemandirian, dan nasionalisme.
"Sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga era modern, pesantren telah melahirkan banyak tokoh bangsa yang memiliki integritas dan kepemimpinan kuat," ujar Rektor Universitas KH Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Banyuwangi tersebut.
Ia menambahkan, para santri dididik tidak hanya untuk menguasai ilmu agama, tetapi juga membangun karakter, spiritualitas, dan semangat kebangsaan sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.
Road Show Gerakan Nasional Pesantrenku Aman Jawa Timur di Ponpes Darussalam Blokagung turut dihadiri para pengasuh pondok pesantren dari berbagai daerah di Jawa Timur serta sejumlah ulama, di antaranya KH Hisyam Syafaat yang mewakili RMI Pusat dan SAKA PBNU.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


