Advertisement
Peristiwa Daerah

Viral Tanggul Lumpur Lapindo Dikabarkan Bocor, BPBD Sidoarjo: Itu Hanya Dampak Pengerukan

BPBD Sidoarjo memastikan video viral yang menarasikan tanggul lumpur Lapindo Porong bocor adalah tidak benar. Luberan tersebut merupakan material pengerukan excavator untuk penguatan tanggul.

TIMES Indonesia,
Viral Tanggul Lumpur Lapindo Dikabarkan Bocor, BPBD Sidoarjo: Itu Hanya Dampak Pengerukan
Eskavator sedang memperbaiki tanggul Lumpur Lapindo Sidoarjo. (FOTO: Dok. Istimewa)
A-AA+

SIDOARJO Informasi mengenai jebolnya tanggul lumpur Lapindo di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, ramai beredar di media sosial pada Jumat (10/7/2026). Kabar tersebut memicu kekhawatiran masyarakat setelah sebuah video memperlihatkan material lumpur tampak meluber dari area tanggul. Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo memastikan informasi tersebut tidak benar atau hoaks.

BPBD Sidoarjo bergerak cepat menindaklanjuti informasi viral tersebut. Setelah menerima laporan pertama sekitar pukul 13.32 WIB, petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan verifikasi lapangan. Tim tiba sekitar pukul 14.30 WIB dan segera berkoordinasi dengan Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) guna memastikan kondisi riil tanggul.

Advertisement

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sidoarjo, Sabino Mariano, menjelaskan bahwa material lumpur yang terlihat meluap tersebut bukan disebabkan oleh kebocoran atau jebolnya tanggul. Kondisi itu merupakan bagian dari pekerjaan pemeliharaan yang sedang dilakukan petugas menggunakan alat berat.

"Kondisi sebenarnya adalah material lumpur yang terlihat meluap merupakan hasil kegiatan pengerukan menggunakan excavator. Saat ini juga sedang dilakukan penambahan tinggi tanggul pengaman," ujar Sabino, Jumat (10/7/2026).

Ia menjelaskan, aktivitas pengerukan tersebut dilakukan di kawasan selatan bekas jalan tol Porong yang telah terputus akibat semburan lumpur. Material hasil pengerukan kemudian ditata kembali untuk memperkuat struktur tanggul, sehingga mampu menahan debit lumpur yang ada di dalam kolam penampungan.

Menurut Sabino, pekerjaan ini merupakan bagian dari upaya rutin pemeliharaan tanggul agar tetap dalam kondisi aman. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial sebelum memperoleh penjelasan resmi dari pihak berwenang.

"Pekerjaan ini merupakan bagian dari pemeliharaan dan penguatan tanggul. Jadi, luberan yang terlihat bukan karena tanggul jebol atau bocor, melainkan berasal dari material hasil pengerukan," tegasnya.

Advertisement

BPBD Sidoarjo juga memastikan bahwa selama proses pemantauan lapangan tidak ditemukan kondisi darurat maupun ancaman yang dapat membahayakan masyarakat di sekitar kawasan tersebut. Seluruh aktivitas di lokasi dipastikan berada dalam pengawasan ketat petugas bersama tim PPLS.

Sabino menambahkan, hingga saat ini penambahan tinggi tanggul sekitar 1,5 meter dinilai masih sangat mampu mengendalikan debit lumpur dengan baik. Pemantauan terhadap kondisi fisik tanggul juga terus dilakukan secara berkala sebagai langkah antisipasi terhadap potensi risiko.

"Berdasarkan hasil pemantauan kami di lapangan, kondisi tanggul lumpur di Porong saat ini berada dalam kategori aman," pungkas Sabino. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Syaiful Bahri
PenulisSyaiful BahriSarjana Administrasi Publik, Universitas Sunan Giri Surabaya, Bergabung bersama TIMES Indonesia pada Juli 2025. dengan minat liputan bidang pemerintahan, politik, hukum dan pendidikan serta lifestyle.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia