Semester I 2026, Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,7 Juta Ton
Hingga Semester I 2026, PT Petrokimia Gresik sukses memproduksi 2,7 juta ton pupuk. Tren positif ini didukung penguatan tangki asam sulfat dan Dermaga A.
GRESIK – PT Petrokimia Gresik kembali mencatatkan tren kinerja positif. Hingga Semester I 2026, perusahaan pelat merah tersebut berhasil memproduksi pupuk sebanyak 2.716.141 ton.
Angka tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 2.431.506 ton. Peningkatan volume produksi ini sekaligus melanjutkan tren positif yang telah dibukukan perusahaan sepanjang tahun 2025.
Pada tahun lalu, produsen pupuk terlengkap di Indonesia ini merealisasikan total produksi sebesar 4.683.477 ton. Jumlah tersebut mencapai sekitar 105 persen jika dibandingkan dengan realisasi produksi tahun 2024 yang tercatat sebesar 4.474.914 ton.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyampaikan bahwa tren pertumbuhan yang terjaga selama lebih dari lima tahun terakhir ini tidak terlepas dari kemampuan perusahaan dalam beradaptasi terhadap berbagai perubahan dan tantangan global.
“Di tengah dinamika geopolitik serta fluktuasi harga energi dan bahan baku, kami terus memperkuat fondasi perusahaan agar mampu tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Daconi saat memimpin Upacara HUT ke-54 PT Petrokimia Gresik di Gresik, Jumat (10/7/2026).
Menurut Daconi, kemampuan adaptasi menjadi modal krusial bagi perusahaan untuk terus mendukung program swasembada pangan nasional sekaligus memajukan sektor pertanian domestik. Dengan tren produksi yang terus meningkat, ia optimistis dapat memenuhi kebutuhan pupuk nasional serta menjaga kontribusi perusahaan sebagai salah satu produsen pupuk terbesar di Indonesia.
“Kinerja positif hari ini harus menjadi pijakan untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan dan memberikan nilai yang semakin besar di masa depan,” imbuhnya.
Guna memperkuat kepastian pasokan bahan baku, Petrokimia Gresik saat ini tengah membangun dua tangki asam sulfat baru dengan kapasitas total mencapai 40.000 ton.
“Setelah proyek ini selesai, kapasitas penyimpanan asam sulfat perusahaan secara keseluruhan akan meningkat menjadi 100.000 ton,” jelas Daconi.
Selain infrastruktur bahan baku, optimalisasi juga menyasar sektor logistik melalui pembangunan Dermaga A. Fasilitas pelabuhan ini dirancang mampu melayani kapal kargo berkapasitas hingga 60.000 Deadweight Tonnage (DWT), dengan kapasitas bongkar muat mencapai 4 juta ton per tahun.
Pengembangan infrastruktur dermaga tersebut diharapkan dapat meningkatkan kelancaran arus logistik perusahaan, sekaligus menjaga Berth Occupancy Ratio (BOR) atau tingkat okupansi dermaga pada level yang optimal.
"Transformasi bagi kami bukan hanya tentang bagaimana perusahaan menjadi lebih besar, tetapi bagaimana Petrokimia Gresik semakin adaptif dan efisien," pungkas Daconi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


