Anggota DPR Kumpulkan Stakeholder, Bahas Percepatan Pembangunan Dermaga Ketapang-Gilimanuk
Anggota DPR Bambang Haryo Soekartono pimpin rakor percepatan pembangunan dermaga Ketapang-Gilimanuk. Disepakati revitalisasi dermaga ponton menjadi MB, peningkatan kapasitas MB 1,2,3 dari 35 ton ke 50 ton, dan tambahan dermaga di Gilimanuk.
BANYUWANGI – BANYUWANGI - Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Haryo Soekartono mengumpulkan seluruh stakeholder dalam Rapat Koordinasi (Rakor), guna membahas percepatan peningkatan kapasitas dan pembangunan dermaga di Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk.
Digelar di Kantor ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Banyuwangi, pada Sabtu (11/7/2026), rakor ini fokus mencari solusi konkret untuk mengurai kemacetan yang terus membayangi jalur penyeberangan Jawa–Bali.
Berbagai pemangku kepentingan turut hadir menyampaikan pandangan dan kendala di lapangan. Mereka yang terlibat meliputi Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Nyono, Ketua Umum DPP Gapasdap Khoiri Soetomo, pimpinan ASDP, Pemkab Banyuwangi diwakili Kepala Dishub Banyuwangi I Komang Sudira Atmaja, KSOP Tanjungwangi, BPTD, DPP Organda, DPP Aptrindo hingga unsur TNI-Polri, dan Basarnas.
Usai rapat, Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono menyatakan bahwa seluruh pihak telah menyepakati sejumlah langkah strategis yang akan segera dieksekusi.
Langkah pertama adalah singkronisasi antara otoritas kepelabuhanan, pemerintah, dan asosiasi perusahaan pelayaran demi memaksimalkan operasional di lapangan.
"Upaya itu tentu memaksimalkan operasional daripada mereka sendiri," jelasnya saat wawancara dengan sejumlah media.
Dalam forum, masih kata Bambang, mereka juga menyepakati jika jumlah dermaga yang ada saat ini sudah tidak sebanding dengan volume kapal di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Akibat ketimpangan ini, kapal yang beroperasi menjadi sangat rendah, yakni tidak lebih dari 50 persen dari total armada yang tersedia.
Oleh karena itu, solusi yang diusulkan tidak hanya berfokus pada wacana penambahan unit dermaga baru. Langkah antisipasi juga akan diarahkan pada peningkatan kapasitas dermaga yang sudah ada, agar mampu menampung kapal dengan ukuran yang lebih besar.
"Yang akan dilakukan ASDP secepatnya yakni percepatan revitalisasi dermaga ponton yang saat ini kurang optimal menjadi dermaga Movable Bridge (MB), sekaligus percepatan peningkatan kapasitas dermaga MB 1,2,3 yang sebelumnya 35 ton menjadi 50 ton," ujar Bambang.
Program peningkatan kapasitas dan penambahan pasang dermaga ditargetkan menjadi agenda berkelanjutan yang dievaluasi setiap tahun.
Sebaliknya, menurut Bambang, revitalisasi serupa termasuk pembangunan dermaga baru juga perlu dilakukan di Pelabuhan Gilimanuk yang berada di sisi seberang. Langkah ini dirasa mendesak mengingat kapasitas dermaga di Pelabuhan Ketapang saat ini dinilai sudah cukup memadai.
"Jadi, ini tadi juga sudah dibicarakan, antisipasinya tentu kita mencari alternatif atau tempat yang memang layak untuk bisa dibangun tambahan dermaga yang ada di Gilimanuk," ungkapnya.
"Akan ditambah satu dermaga di Gilimanuk untuk mengimbangi pasangannya yang ada di Ketapang, baik itu untuk Dermaga 4 maupun dermaga yang berada di area Bulusan," imbuh Bambang. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


