Dampak Muktamar ke-35 NU Mulai Terasa, Kamar Hotel di Jombang Ludes Dipesan dalam Hitungan Jam
Dampak penunjukan Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas sebagai lokasi Muktamar NU ke-35, keterisian kamar di Azana Hotel Jombang langsung penuh 100 persen dalam waktu singkat.
JOMBANG – Penunjukan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sebagai tuan rumah Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 mulai membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi Kabupaten Jombang. Salah satu sektor yang langsung merasakan lonjakan permintaan adalah industri perhotelan.
Bahkan, belum genap 24 jam setelah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengumumkan Tambakberas sebagai lokasi penyelenggaraan muktamar, sejumlah hotel di Jombang sudah kebanjiran reservasi kamar dari calon peserta dan tamu undangan.
Fenomena itu salah satunya dialami Azana Hotel Jombang, hotel berbintang empat yang berlokasi di Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan. Hotel yang berjarak sekitar 4 kilometer dari lokasi muktamar tersebut langsung mencatat lonjakan pemesanan hanya beberapa jam setelah pengumuman resmi disampaikan.
Sales Marketing Manager Azana Hotel Jombang, Adi Hermawan, mengatakan seluruh kamar yang disiapkan untuk periode Muktamar NU telah habis terpesan dalam waktu singkat.
“Kami menyediakan sekitar 62 kamar untuk periode Muktamar NU. Setelah pengumuman keluar sekitar pukul 21.00 WIB, pemesanan langsung masuk mulai pukul 22.00 hingga 23.00 WIB. Besok paginya kami bahkan sudah mulai menolak permintaan reservasi karena kamar sudah penuh,” ujarnya, Minggu (12/7/2026).
Menurut Adi, seluruh kamar telah dipesan (booking) untuk periode 26 hingga 31 Agustus 2026, menyesuaikan jadwal kedatangan peserta yang diperkirakan mulai berdatangan sehari sebelum pembukaan muktamar. Mayoritas tamu yang melakukan pemesanan berasal dari Jakarta dan sejumlah daerah lain yang akan mengirimkan delegasi ke forum tertinggi Nahdlatul Ulama tersebut.
“Sebagian besar yang sudah melakukan booking berasal dari Jakarta,” katanya.
Adi menilai, tingginya minat terhadap Azana Hotel tidak lepas dari statusnya sebagai hotel berbintang empat dengan fasilitas yang relatif lebih lengkap di Kabupaten Jombang.
Tingginya permintaan ini juga berdampak pada penyesuaian tarif kamar. Selama pelaksanaan Muktamar NU, harga kamar mengalami kenaikan sekitar 20 hingga 25 persen dibanding tarif normal.
“Untuk periode muktamar, rata-rata tarif kamar berada di kisaran Rp750 ribu per malam,” jelasnya.
Tak hanya tarif kamar, biaya layanan tambahan seperti extra bed juga mengalami penyesuaian. Jika sebelumnya dipatok Rp250 ribu, selama muktamar tarifnya naik menjadi Rp350 ribu.
“Karena ini momentum besar yang hanya berlangsung lima tahun sekali, tarif extra bed juga kami sesuaikan menjadi Rp350 ribu,” tambah Adi.
Meski okupansi dipastikan mencapai 100 persen, manajemen hotel belum berencana menambah jumlah tenaga kerja. Menurut Adi, sumber daya manusia (SDM) yang ada saat ini masih mencukupi untuk melayani kebutuhan tamu selama pelaksanaan muktamar.
Sebagai informasi, Muktamar NU ke-35 akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026. Agenda lima tahunan tersebut diperkirakan dihadiri sekitar 6.000 peserta resmi, peninjau, dan tamu undangan dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri.
Kehadiran ribuan peserta diprediksi menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Tidak hanya sektor perhotelan, tetapi juga usaha kuliner, transportasi, perdagangan, hingga jasa penginapan warga diperkirakan akan menikmati efek berganda (multiplier effect) dari perhelatan akbar organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


