Advertisement
Peristiwa Daerah

DPR RI Siap Kawal Usulan Kepala Daerah Agar Tol Prosiwangi Dibuka Sementara

Pengoperasian Tol Prosiwangi diharapkan menjadi solusi mengatasi kemacetan di jalur pantura.

TIMES Indonesia,
DPR RI Siap Kawal Usulan Kepala Daerah Agar Tol Prosiwangi Dibuka Sementara
Anggota Komisi VI DPR RI, HM Nasim Khan siap mengawal usulan sejumlah kepala daerah untuk membuka sementara Tol Prosiwangi (FOTO: Dokumen Pribadi)
A-AA+

BONDOWOSO Kemacetan parah yang terjadi di jalur Pantura Situbondo dalam beberapa hari terakhir mendorong lima kepala daerah di kawasan Tapal Kuda mengambil langkah bersama. Mereka mengusulkan agar Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) difungsikan sementara sebagai jalur alternatif untuk mengurangi kepadatan lalu lintas.

Usulan tersebut mengemuka setelah kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka ke kawasan Tapal Kuda. Momentum itu dimanfaatkan para kepala daerah untuk memperkuat koordinasi lintas wilayah dalam mencari solusi cepat atas kemacetan yang mengganggu mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

Advertisement

Salah satu usulan disampaikan Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid. Atas nama hasil koordinasi lima daerah, ia mengirimkan surat permohonan kepada Menteri Pekerjaan Umum Nomor 550/216/430/2026 tertanggal 9 Juli 2026 agar Tol Prosiwangi dapat dibuka sementara.

"Permohonan ini merupakan hasil koordinasi lintas daerah sebagai upaya mencari solusi cepat terhadap kemacetan yang dampaknya sudah dirasakan masyarakat di berbagai wilayah," ujar Abdul Hamid Wahid.

Kemacetan panjang dipicu proyek perbaikan jalan nasional di jalur Pantura yang membentang dari Paiton, Kabupaten Probolinggo hingga Banyuglugur, Kabupaten Situbondo. Penyempitan badan jalan menyebabkan antrean kendaraan, terutama truk logistik dan angkutan barang, mengular hingga beberapa kilometer.

Semula, gagasan pembukaan sementara jalan tol hanya diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Bondowoso, dan Situbondo yang menjadi daerah paling terdampak. Namun melihat dampaknya yang meluas terhadap konektivitas kawasan Tapal Kuda, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan Jember ikut bergabung memberikan dukungan.

Lima pemerintah daerah menilai pengoperasian sementara Tol Prosiwangi akan menjadi solusi efektif untuk mengurangi kepadatan kendaraan di jalur Pantura, mempercepat mobilitas masyarakat, sekaligus menjaga kelancaran distribusi barang dan aktivitas ekonomi di wilayah timur Jawa Timur.

Advertisement

Aspirasi tersebut turut mendapat dukungan Anggota Komisi VI DPR RI, HM Nasim Khan. Politikus Fraksi PKB itu menyatakan siap mengawal usulan para kepala daerah hingga ke pemerintah pusat.

"Kami akan mengawal usulan lima bupati ini agar segera mendapat perhatian dari Kementerian Pekerjaan Umum dan pihak terkait, sehingga Tol Prosiwangi dapat difungsikan sementara untuk mengurai kemacetan di jalur Pantura," kata Nasim Khan, Minggu (12/7/2026). 

Menurutnya, sinergi lima pemerintah daerah menunjukkan bahwa persoalan kemacetan di jalur Pantura Situbondo bukan lagi sekadar masalah lokal, melainkan menyangkut konektivitas, distribusi logistik, dan pertumbuhan ekonomi kawasan Tapal Kuda.

Saat ini, usulan pembukaan sementara Tol Prosiwangi masih menunggu keputusan dari Kementerian Pekerjaan Umum. 

“Pemerintah daerah berharap kebijakan tersebut dapat segera diterbitkan agar kemacetan berkepanjangan yang dikeluhkan masyarakat dapat segera teratasi,” ucapnya. (*) 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Bahri
PenulisMoh BahriSarjana Sosial (S.Sos) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq atau UIN KHAS Jember (2018). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2018 (Tugas di Kabupaten Bondowoso). Meliput berbagai topik: Politik, peristiwa, hukum, ekonomi, budaya, kuliner dan isu-isu lainnya di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia