Majalengka Kirim Finalis Terbaik ke Moka Jabar 2026, Dorong Promosi Pariwisata hingga Ekonomi Kreatif
Majalengka mengusung Kang Bintang dan Teh Tresna di Mojang Jajaka Jawa Barat 2026 sebagai duta aktif promosi pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif melalui program inovatif Dahayu Sentosa.
MAJALENGKA – Langkah strategis Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam mengangkat potensi daerah kembali diperkuat melalui ajang Mojang Jajaka (Moka) Jawa Barat 2026.
Dua perwakilan terbaik, Kang Bintang dan Teh Tresna, diproyeksikan tidak sekadar tampil sebagai simbol, melainkan menjadi motor penggerak promosi pariwisata, budaya, hingga ekonomi kreatif.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Majalengka, Rachmat Kartono, menegaskan bahwa keikutsertaan keduanya telah dilaporkan langsung kepada Bupati Majalengka dan mendapat dukungan penuh.
"Pak Bupati menyambut baik keikutsertaan mereka. Ini bukan sekadar ajang kontestasi, tetapi mereka adalah duta Kabupaten Majalengka: duta kesenian, kebudayaan, ekonomi kreatif, sekaligus pariwisata," ujar Rachmat, Senin (13/7/2026)
Ia menekankan, arah kebijakan daerah kini tidak lagi menempatkan duta wisata sebagai "etalase semata", melainkan agen aktif yang mampu mengimplementasikan potensi di lapangan. Hal ini selaras dengan visi besar Majalengka 'Langkung SAE' yang menuntut peran nyata generasi muda.
Dari sisi kapasitas, kedua finalis dinilai memiliki latar belakang yang kuat. Teh Tresna tercatat sebagai mahasiswa kedokteran Universitas Indonesia, sementara Kang Bintang merupakan mahasiswa bidang komunikasi dan hiburan di MNC University. Kombinasi ini dinilai strategis untuk mendukung program-program inovatif berbasis pariwisata.
Salah satu program unggulan yang akan segera digulirkan adalah "Dahayu Sentosa", sebuah konsep pengembangan pariwisata yang tidak hanya berfokus pada keindahan destinasi, tetapi juga pada aspek keselamatan dan kenyamanan wisatawan.
Dalam implementasinya, Teh Tresna akan berperan dalam edukasi mitigasi risiko dan pelatihan pertolongan pertama di kawasan wisata. Program ini ditujukan agar pengelola destinasi memiliki kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.
Sementara itu, Kang Bintang akan memperkuat aspek promosi dan storytelling destinasi wisata. Dengan latar belakang komunikasi, ia diharapkan mampu membangun citra positif dan pengalaman berkesan bagi wisatawan melalui publikasi kreatif dan narasi digital.
"Pariwisata itu tidak hanya menjual pemandangan, tetapi juga rasa aman, nyaman, dan pengalaman. Kesadaran ini harus dibangun, baik dari pengunjung maupun pengelola," jelas Rachmat.
Saat ini, kedua finalis tengah menjalani tahap pra-karantina yang dilakukan secara daring, termasuk penguatan profil dan pembekalan awal. Mereka dijadwalkan mengikuti karantina tingkat provinsi pada 25 hingga 29 Agustus 2026, sebelum melaju ke grand final pada 29 Agustus mendatang.
Lebih jauh, Rachmat menegaskan bahwa ajang Mojang Jajaka harus menjadi instrumen strategis dalam memperluas jangkauan promosi wisata Majalengka hingga ke tingkat nasional bahkan internasional.
"Harapannya mereka benar-benar menjadi representasi utuh Majalengka, membawa seluruh potensi daerah dan mempromosikannya secara luas," ujarnya.
Dengan semangat optimisme, Disparbud Majalengka menargetkan hasil terbaik dalam ajang tersebut. Rachmat bahkan menekankan pentingnya mental juara bagi para finalis.
"Kami harus optimis. Energi optimisme itu akan menular kepada mereka. Seperti pesan Pak Bupati, kita harus menjadi petarung," ungkapnya.
Apresiasi juga disampaikan Bupati Majalengka, H. Eman Suherman terhadap langkah generasi muda daerah yang tampil membawa nama baik Majalengka di ajang Mojang Jajaka Jawa Barat.
Menurutnya, keikutsertaan tersebut bukan sekadar kompetisi seremonial, melainkan momentum penting untuk menunjukkan kualitas, karakter, serta potensi generasi muda agar mampu bersaing di tingkat yang lebih luas.
"Kami mengapresiasi langkah generasi muda Majalengka yang berani tampil dan membawa nama daerah di ajang Mojang Jajaka Jawa Barat. Ini bukan sekadar kompetisi, tetapi momentum untuk menunjukkan potensi dan kualitas agar mampu bersaing lebih luas," ujar Bupati.
Bupati menilai, para finalis memiliki peran strategis sebagai representasi daerah yang tidak hanya tampil sebagai simbol, tetapi juga menjadi duta yang mampu mempromosikan potensi Majalengka secara nyata, baik di bidang pariwisata, budaya, maupun ekonomi kreatif. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


