Advertisement
Peristiwa Daerah

Melihat Peternakan Kambing Tengah Kota Gresik, Tak Bau dan Tertata Rapi

Kelompok Ternak Mekar Sari di Dusun Srembi, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, menjadi percontohan urban farming yang sukses mengembangkan peternakan kambing premium.

TIMES Indonesia,
Melihat Peternakan Kambing Tengah Kota Gresik, Tak Bau dan Tertata Rapi
Peternakan domba dan kambing yang dikelola Kelompok Ternak Mekar Sari di Dusun Srembi, Kecamatan Kebomas, Gresik (Foto: Akmal/TIMES Indonesia)
A-AA+

GRESIK Jauh dari kesan kumuh dan bau, Kelompok Ternak Mekar Sari di Dusun Srembi, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, sukses menyulap peternakan kambing dan domba di tengah kota menjadi kawasan percontohan yang rapi serta bernilai ekonomi tinggi pada Selasa (14/7/2026).

Saat memasuki area kandang, suasana yang terlihat jauh dari kesan kumuh. Kandang tertata rapi, bersih, terawat, serta limbah bernilai ekonomi tinggi.

Advertisement

Kelompok ternak ini dibentuk oleh Baznas Gresik untuk memberdayakan Mistahik dengan peternakan kambing dan domba.

Ketua Kelompok Ternak Mekar Sari, Soleh, mengatakan saat ini kelompoknya memelihara ratusan ekor kambing dan domba.

Selain menjual hewan kurban, kelompok tersebut juga mengembangkan usaha katering aqiqah serta memproduksi pupuk organik yang berasal dari limbah kotoran.

“Kotoran yang sebelumnya dianggap limbah kini kami olah menjadi pupuk organik sehingga memiliki nilai ekonomi. Jadi, tidak ada yang terbuang sia-sia,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).

Dia menjelaskan, domba yang dipelihara telah memenuhi standar premium, baik untuk kebutuhan konsumsi, kurban maupun keperluan aqiqah.

Advertisement

“Populasi ternak saat ini sudah mencapai ratusan ekor dan terus kami tingkatkan kualitasnya,” katanya.

Peningkatan Kapasitas Peternak

Untuk meningkatkan kapasitas peternak, Dinas Pertanian Gresik turut memberikan edukasi melalui kegiatan sosialisasi Mengubah Limbah Ternak Menjadi Berkah.

Kepala Dinas Pertanian, Eko Anandito Putro, mengatakan pengembangan sektor peternakan tidak hanya berfokus pada hasil ternaknya, tetapi juga pada pengelolaan limbah melalui hilirisasi.

“Hilirisasi kambing ini diperlukan, baik dari sisi ternaknya maupun limbahnya. Semuanya memiliki potensi ekonomi jika dikelola dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Anggota DPRD Gresik Ricke Mayumi mengapresiasi pengelolaan Kelompok Ternak Mekar Sari yang mampu mengubah limbah menjadi sumber pendapatan baru.

Menurutnya, potensi usaha yang dikembangkan tidak hanya berhenti pada penjualan hewan kurban tetapi juga perlu diperluas pemasarannya agar semakin dikenal masyarakat Kota Pudak.

“Kalau ada masyarakat yang membutuhkan layanan aqiqah atau untuk hajatan, bisa memesan di Mekar Sari. Kami mendukung program UMKM agar terus berkembang,” ujarnya.

Ricke juga menegaskan DPRD akan terus mendorong program pemerintah dalam memberikan pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi para peternak.

“Harapannya, urban farming seperti ini terus maju, meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus mendukung ketahanan pangan di Gresik,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPRD Gresik M. Ainul Yaqin juga memberikan dukungan terhadap pengembangan peternakan terpadu.

Pria yang akrab disapa Kaji Ain ini pun mengapresiasi pengelolaan limbah ternak yang sudah berjalan dengan optimal.

“Pengelolaan lombah ternak jika dikelola yang maksimal tentu bisa membuat nilai ekonomi, kotoran kambing sendiri bisa dimanfaatkan untuk pupuk organik,” ucapnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Akmalul Azmi
PenulisAkmalul AzmiSarjana Ilmu Komunikasi Universitas Trunojoyo Madura (2017). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia