Jesslyn dan Puteri Indonesia 2025 Bakal Meriahkan Banyuwangi Ethno Carnival 2026
Model cilik Banyuwangi, Jesslyn Kiandra Sunjaya, bakal menjadi salah satu tamu spesial dalam gelaran Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 bersama Puteri Indonesia 2025.
BANYUWANGI – Model cilik Banyuwangi, Jesslyn Kiandra Sunjaya, bakal menjadi salah satu tamu spesial dalam gelaran Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026. Juara 1 Face of Indonesia 2026 kategori kids itu, akan tampil di panggung megah BEC pada Sabtu (18/7/2026).
Bukan hanya Jesslyn, gelaran BEC 2026 juga turut dimeriahkan oleh Puteri Indonesia 2025, Firsta Yufi Amarta Putri, dan Puteri Indonesia Aceh 2025, Mutiara Hasanah.
Kehadiran Jesslyn menjadi kebanggaan tersendiri bagi Banyuwangi. Di usianya yang masih belia, putri pasangan Fian Andika dan Bella Dona tersebut berhasil mengharumkan nama Bumi Blambangan setelah dinobatkan sebagai Grand Winner Face of Indonesia 2026 kategori kids.
Prestasi yang diraih Jesslyn pun terbilang luar biasa. Selain membawa pulang gelar juara utama, bocah usia 5 tahun itu juga memborong lima penghargaan spesial, yakni Best Catwalk Challenge, Best Video Profile, Best Evening Gown, Best Beauty & Commercial Walk, serta Favorite Model.
Pada penampilannya di BEC 2026 nanti, Jesslyn akan mengenakan kostum bertema Sayu Wiwit, salah satu tokoh perempuan yang dikenal dalam sejarah Bumi Blambangan. Kostum tersebut akan memperkuat pesan yang diusung BEC dengan mengusung tema “Perang Bayu”.
Panggung BEC tahun ini juga akan semakin semarak dengan kehadiran Firsta Yufi Amarta Putri, perempuan asal Banyuwangi yang sukses menyandang mahkota Puteri Indonesia 2025.
Kemeriahan BEC 2026 juga akan bertambah dengan hadirnya Mutiara Hasanah, pemegang gelar Puteri Indonesia Aceh 2025. Kehadirannya diharapkan semakin memperkuat nuansa keberagaman budaya Nusantara yang menjadi ruh dari BEC.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, Hartono, mengatakan bahwa kehadiran Jesslyn bersama pemenang ajang kecantikan nasional tersebut bukan sekadar untuk memeriahkan BEC. Mereka juga dihadirkan sebagai sosok inspiratif bagi generasi muda Banyuwangi.
“Kami ingin memberikan motivasi dan semangat kepada talenta-talenta muda di Banyuwangi. Prestasi bisa diraih melalui proses belajar, semangat, kerja keras, dan perjuangan yang tidak mudah menyerah,” kata Hartono, Selasa (14/7/2026).
Menurut Hartono, BEC bukan hanya menjadi etalase budaya Banyuwangi di hadapan dunia, tetapi juga ruang yang memberi inspirasi bagi anak-anak dan generasi muda untuk terus mengembangkan bakat yang dimiliki.
BEC 2026 sendiri kembali masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN). Tak sekadar menjadi panggung kreativitas para perancang busana dan seniman, festival ini juga menjadi media edukasi yang mengangkat sejarah Banyuwangi melalui pertunjukan jalanan.
Setiap peserta menghadirkan narasi yang dituangkan lewat rancangan kostum, koreografi, hingga ekspresi, sehingga penonton tidak hanya menikmati kemegahan visual, tetapi juga memahami kisah di balik setiap penampilan.
Hal itu selaras dengan tema besar BEC 2026, yakni "Perang Bayu", yang mengangkat salah satu peristiwa bersejarah di Bumi Blambangan.
Perang Bayu merupakan bagian dari rangkaian konflik besar di Blambangan pada akhir abad ke-18 yang memuncak dalam Puputan Bayu, sebagai simbol perlawanan rakyat Blambangan terhadap VOC.
Melalui pengemasan yang atraktif, kisah sejarah tersebut dihadirkan dalam balutan seni pertunjukan yang dapat dinikmati semua kalangan. BEC 2026 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (18/7/2026).
Seperti penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, ruas jalan utama di pusat Kota Banyuwangi akan disulap menjadi panggung karnaval sepanjang rute acara, menghadirkan pengalaman wisata budaya yang unik bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


