Advertisement
Peristiwa Daerah

MTrans Pecat Kru Bus Usai Lecehkan Penumpang, Ternyata Korbannya Banyak

Manajemen Bus MTrans membeberkan alasan mereka langsung memecat kru bus inisial AM yang diduga telah melakukan tindakan pelecehan terhadap penumpang saat perjalanan rute Malang - Denpasar pada 11-12 Juli 2026 lalu.

TIMES Indonesia,
MTrans Pecat Kru Bus Usai Lecehkan Penumpang, Ternyata Korbannya Banyak
Bus MTrans yang berada di kantor pusat Malang. (Foto: Rizky/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Manajemen Bus MTrans membeberkan alasan mereka langsung memecat kru bus inisial AM yang diduga telah melakukan tindakan pelecehan terhadap penumpang saat perjalanan rute Malang - Denpasar pada 11-12 Juli 2026 lalu.

AM resmi diberhentikan oleh MTrans terhitung sejak 12 Juli 2026 atau setelah korban berinisial R melaporkan tindakan AM kepada pihak MTrans.

Advertisement

Korban R yang menceritakan kronologi tindakan pelecehan melalui media sosialnya, ternyata mendapat banyak respon dari pengguna media sosial bahwa ada korban lain serupa yang dilakukan oleh AM.

“dan itu bukan cuma satu orang. ada beberapa perempuan lain yang juga menghubungiku dan menceritakan pengalaman mereka masing-masing. jujur, setelah baca satu per satu chat itu, aku makin yakin buat gak diam,” tulis R setelah menceritakan kronologi pelecehan yang diterimanya seperti yang dilihat TIMES Indonesia, Selasa (14/7/2026).

Bahkan, di akun milik R sudah mendapat aduan dari banyak terduga korban hingga mereka mengirimkan isi chat dan laporannya terhadap perilaku AM.

R juga sempat menerima chat dari pihak MTrans yang memastikan bahwa AM telah diberhentikan atau di pecat sebagai kru.

“Iya tadi MTrans chat saya dan juga membalas postingan saya juga,” kata R kepada TIMES Indonesia.

Advertisement

Pihak MTrans pun juga membenarkan aduan aduan dari korban lain. HRD MTrans Malang, Jhony Sasongko mengatakan, bukan hanya satu aduan tetapi juga banyak aduan yang diterima dalam kurun waktu sekitar satu bulan setelah kejadian terakhir.

“Untuk yang kemarin laporan kita dapatkan memang ternyata ada beberapa yang mengaku seperti itu, tapi kebanyakan, mohon maaf, dia diperilaku verbal. Jadi kita memang waktu itu sempat dapat laporan, dan setelah kita tindak, ternyata si oknum ini mengulangi lagi kesalahan itu,” jelas Jhony saat ditemui di kantornya.

Dengan kesalahan yang terua berulang dan kejadian yang ditimpa R menjadi kesalahan terberatnya, akhirnya pihak MTrans memutus hubungan kerja dengan AM.

“Dan kesalahan kali ini sudah lebih parah, sehingga kita harus menindaklanjuti untuk tidak bekerja sama kembali sama mitra kerja tersebut,” ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah seorang perempuan berinisial R yang menjadi penumpang Bus MTrans rute Malang - Denpasar membagikan peristiwa dugaan pelecehan yang dialaminya melalui akun media sosialnya.

Ia menceritakan bahwa saat itu ia sedang melakukan perjalanan dari Malang ke Denpasar pada 11-12 Juli 2026.

Ia mengaku mendapat perlakuan tak pantas dari kru bus tersebut. Ia merasa dilecehkan dan telah melaporkan tindakan kru tersebut di kantor MTrans Cabang Denpasar, Bali setelah ia tiba. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizky Kurniawan Pratama
PenulisRizky Kurniawan PratamaSarjana Ilmu Komunikasi Universitas Merdeka Malang (2019). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2020. Meliput berbagai topik, termasuk Politik, Hukum, Kriminal, Ekonomi, Budaya dan Pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia