Kearifan Lokal Desa Senggreng, Larung Berkah Hasil Ikan Keramba dan Gunungan
Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang menyimpan cerita kearifan lokal yang masih terus dijaga dan dilestarikan masyarakatnya.
MALANG – Menurut Gatot, panen raya karamba ikan di Dusun Kecopokan Senggreng dilakukan satu tahun sekali pada saat air surut. Namun demikian, budidaya ikan bisa dipanen setiap saat karena waktu tabur bibit selalu terus menenus.
"Berkah hasil dari budidaya ikan di Kecopokan ini bisa dipanen sewaktu-waktu tergantung kebutuhan nelayan," terangnya.
Ditambahkan, rata-rata nelayan pemilik karamba apung wara setempat mempunyai 5 petak karamba. Setiap petaknya, rata-rata bisa menghasilkan 1 ton ikan setiap tahunnya. Ikan biasanya panen raya di bulan November sampai Desember.
Melestarikan Tradisi Kearifan Lokal
Di Desa Senggreng Sumberpucung, terdapat Padepokan Cahyoningnur Kamulyaning Jagad Rekso direkso, yang berada di Dusun Kecopokan Desa Senggreng Sumberpucung. Padepokan ini dipimpin Lucky Adi Candra, yang akrab dipanggil Gus Condro.
Menurut Gatot yang juga anggota padepokan tersebut, pengikut dari padepokan ini juga datang dari luar kota bahkan sampai luar pulau. Adapun kegiatan yang dilakukan di padepokan ini meliputi bidang kerohanian lintas agama, sosial dan budaya.
Di bidang kerohanian, menurutnya mengupas tentang laku spiritual yang condong Kejawen. Sedangkan, di bidang sosial, setiap bulan Ramadan mengadakan santunan anak yatim dan kaum dluafa. Khusus di bulan Suro, biasanya digelar acara grebeg Suro.
"Untuk bidang budaya, karena jama'ahnya rata-rata juga pelaku seni, maka yang dikembangkan adalah kearifan lokal. Seperti, belajar perhitungan pawukon, menggali kitab Jawa, belajar ujub kenduri, karawitan dan tari dan lainnya," ungkap Gatot.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


