Karhutla Kalsel Mulai Terkendali, BNPB: Sebagian Besar Titik Api Berhasil Dipadamkan
BNPB menyatakan sebagian besar kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan berhasil dipadamkan. Karhutla menghanguskan sedikitnya 22,6 hektare lahan.
JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan sebagian besar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan berhasil dipadamkan setelah petugas gabungan melakukan upaya pemadaman intensif di sejumlah titik terdampak.
Meski demikian, cuaca panas dan embusan angin yang cukup kencang masih menjadi tantangan dalam proses penanganan, terutama pada lahan mineral yang terbakar di Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan kebakaran pada Selasa (14/7/2026) terjadi di dua wilayah Kota Banjarbaru, yakni Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka, serta Kelurahan Landasan Ulin Timur, Kecamatan Landasan Ulin.
"Di Kota Banjarbaru, kobaran api melanda dua kelurahan di dua kecamatan, yaitu Kelurahan Cempaka di Kecamatan Cempaka serta Kelurahan Landasan Ulin Timur di Kecamatan Landasan Ulin," ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Lebih dari 22 Hektare Lahan Terbakar
BNPB mencatat kebakaran di dua wilayah tersebut menghanguskan sekitar 12,6 hektare lahan yang didominasi semak belukar.
Tim gabungan yang dipimpin Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berhasil memadamkan seluruh titik api di Kelurahan Cempaka pada hari yang sama. Sementara itu, di Kelurahan Landasan Ulin Timur, api telah berhasil dikendalikan dan petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Selain di Banjarbaru, karhutla juga terjadi di Kelurahan Tungkaran, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Banjar, kebakaran di kawasan tersebut melanda lahan seluas sekitar 10 hektare. Seluruh titik api dilaporkan telah berhasil dipadamkan pada Selasa malam.
Penyebab Masih Diselidiki
BNPB menyatakan hingga kini penyebab kebakaran di sejumlah lokasi tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.
"Penyebab kebakaran masih dalam proses investigasi pihak berwenang," kata Abdul.
BNPB mengimbau pemerintah daerah bersama masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla mengingat kondisi cuaca kering dan angin kencang masih berpotensi memicu munculnya titik api baru di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


