Advertisement
Peristiwa Daerah

Bawaslu Sidoarjo Goes to School, Siapkan Pemilih Pemula yang Berintegritas

Bawaslu Kabupaten Sidoarjo menggelar program Bawaslu Goes to School memanfaatkan momen MPLS di enam SMA/SMK untuk mencetak generasi pemilih pemula yang kritis dan berintegritas.

TIMES Indonesia,
Bawaslu Sidoarjo Goes to School, Siapkan Pemilih Pemula yang Berintegritas
Ketua Bawaslu Sidoarjo, Agung Nugraha saat berbicara di depan ratusan siswa dalam program Bawaslu goes to school. (FOTO: Syaiful Bahri/TIMES Indonesia)
A-AA+

SIDOARJO Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sidoarjo mulai menyiapkan generasi pemilih yang berintegritas sejak bangku sekolah. Melalui program Bawaslu Goes to School yang digelar bertepatan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), para siswa baru SMA dan SMK dibekali pemahaman tentang demokrasi, kepemiluan, hingga pentingnya menolak politik uang dan disinformasi.

Program Bawaslu Goes to School ini menyasar enam sekolah di Sidoarjo. Antara lain SMAN 1 Sidoarjo, SMAN 2 Sidoarjo, SMAN 3 Sidoarjo, SMAN 4 Sidoarjo, SMKN 1 Sidoarjo, dan SMKN 1 Buduran.

Advertisement

Ketua Bawaslu Kabupaten Sidoarjo, Agung Nugraha mengatakan, sekolah merupakan ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda. Menurutnya, para peserta MPLS saat ini merupakan calon pemilih yang dalam beberapa tahun ke depan akan menggunakan hak pilihnya untuk pertama kali.

"Sebagian besar peserta MPLS hari ini merupakan calon pemilih pemula. Dalam beberapa tahun ke depan mereka akan menggunakan hak pilihnya untuk pertama kali. Karena itu, mereka perlu memahami bagaimana sistem pemilu berjalan, bagaimana tahapan penyelenggaraannya, serta mengapa integritas dan partisipasi masyarakat menjadi kunci terwujudnya pemilu yang demokratis," ujar Agung, Rabu (15/7/2026).

Agung menegaskan, pendidikan kepemiluan tidak hanya bertujuan meningkatkan angka partisipasi pemilih. Lebih dari itu, Bawaslu ingin membentuk karakter generasi muda agar memiliki sikap kritis dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar. Termasuk mampu menolak praktik politik uang, ujaran kebencian, maupun penyebaran hoaks yang berpotensi mencederai demokrasi.

"Generasi muda harus menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan memiliki integritas. Mereka tidak boleh mudah terpengaruh politik uang maupun informasi yang belum tentu benar. Demokrasi yang berkualitas dimulai dari pemilih yang berkualitas," tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan materi mengenai sejarah pemilu di Indonesia, sistem pemilu, tahapan penyelenggaraan pemilu dan pemilihan, serta pentingnya pengawasan partisipatif. Penyampaian materi dikemas secara interaktif melalui diskusi, studi kasus, dan sesi tanya jawab agar lebih mudah dipahami peserta.

Advertisement

Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Sidoarjo, Agisma D. Fastari menjelaskan, program ini merupakan bagian dari strategi pencegahan pelanggaran pemilu melalui pendidikan politik sejak usia sekolah.

"Pemilih pemula memiliki karakter yang aktif, kritis, dan dekat dengan teknologi informasi. Potensi tersebut harus diarahkan menjadi kekuatan positif bagi demokrasi. Kami ingin mereka tidak hanya menjadi pemilih yang menggunakan hak pilihnya, tetapi juga menjadi agen pengawasan partisipatif yang berani menyampaikan informasi apabila menemukan dugaan pelanggaran pemilu di lingkungannya," kata Agisma.

Ia menambahkan, kelompok pemilih pemula memiliki peran strategis karena jumlahnya terus bertambah pada setiap penyelenggaraan pemilu. Dengan bekal pemahaman yang baik mengenai demokrasi dan kepemiluan, mereka diharapkan mampu menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab sekaligus ikut mengawal jalannya pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.

"Kami berharap para pemilih pemula ini nantinya dapat menggunakan hak pilihnya secara jujur, adil, dan berintegritas," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Syaiful Bahri
PenulisSyaiful BahriSarjana Administrasi Publik, Universitas Sunan Giri Surabaya, Bergabung bersama TIMES Indonesia pada Juli 2025. dengan minat liputan bidang pemerintahan, politik, hukum dan pendidikan serta lifestyle.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia