Prestige Immigration Services Perkuat Transformasi Layanan Keimigrasian yang Modern dan Humanis
Direktorat Jenderal Imigrasi menghadirkan Prestige Immigration Services sebagai transformasi layanan keimigrasian yang lebih modern, inklusif, dan berorientasi pada kenyamanan masyarakat.
SURABAYA – Direktorat Jenderal Imigrasi terus memperkuat transformasi pelayanan publik melalui pengembangan Prestige Immigration Services (PIS), konsep layanan keimigrasian yang lebih modern, mudah diakses, inklusif, dan berorientasi pada pengalaman masyarakat. Kehadiran PIS menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat tata kelola keimigrasian yang profesional dan adaptif.
Transformasi tersebut diwujudkan melalui pembaruan Unit Layanan Paspor (ULP) BG Junction Surabaya yang telah beroperasi sejak 2019 menjadi Prestige Immigration Services pada 2 Juli 2026 lalu. Pembaruan mencakup peningkatan fasilitas, optimalisasi pemanfaatan teknologi, serta penyediaan sarana yang ramah bagi seluruh kelompok masyarakat, termasuk anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, dan ibu menyusui.
Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko meninjau langsung fasilitas tersebut saat kunjungan kerjanya di Surabaya. Ia mengapresiasi konsep Prestige Immigration Services yang dinilai lebih modern dan berdaya saing.
"Jadi namanya lebih global ya," ujar Hendarsam.
Ia juga menaruh perhatian pada booth foto paspor khusus anak yang dirancang menyerupai area bermain. Menurutnya, inovasi tersebut menjadi terobosan kreatif yang dapat memberikan pengalaman pelayanan lebih nyaman bagi masyarakat.
"Kreatif, ini kreatif. Ini pasti terinspirasi dari tempat cukur anak kecil," katanya.
Apresiasi tersebut mencerminkan komitmen Direktorat Jenderal Imigrasi dalam menghadirkan pelayanan yang tidak hanya cepat dan mudah, tetapi juga nyaman serta ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.
Peresmian Prestige Immigration Services merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Hendarsam di Surabaya. Sebelum meninjau PIS, ia membuka Sosialisasi Penguatan Kepatuhan Internal untuk Mewujudkan Tata Kelola Keimigrasian yang Bersih, Transparan, dan Akuntabel di The Trans Luxury Hotel Surabaya.
Kegiatan tersebut diikuti jajaran pimpinan tinggi pratama, kepala kantor wilayah, kepala unit pelaksana teknis, serta pejabat keimigrasian dari seluruh Indonesia. Forum itu menjadi sarana memperkuat budaya kerja yang mengedepankan integritas, transparansi, dan akuntabilitas.
Dalam arahannya, Hendarsam menegaskan bahwa transformasi pelayanan harus berjalan seiring dengan penguatan integritas dan kepatuhan sebagai fondasi utama pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh layanan yang berkualitas, tetapi juga pengalaman pelayanan yang baik sejak pertama kali datang.
Komitmen terhadap transformasi pelayanan juga diwujudkan dalam penyelenggaraan layanan keimigrasian pada musim haji 2026. Pada fase embarkasi, Direktorat Jenderal Imigrasi mendukung implementasi Makkah Route, sehingga proses pemeriksaan keimigrasian Arab Saudi dapat diselesaikan sebelum jemaah berangkat dari Indonesia.
Sementara itu, pada fase debarkasi, penerapan Corridor Gate di Asrama Haji Surabaya mempercepat proses pemeriksaan keimigrasian sehingga jemaah dapat kembali ke Tanah Air dengan lebih cepat dan nyaman tanpa mengurangi aspek pengawasan. Di sisi lain, upaya pencegahan keberangkatan calon jemaah haji nonprosedural tetap dilakukan sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat.
Prestige Immigration Services menjadi salah satu wujud transformasi pelayanan yang terus dikembangkan Direktorat Jenderal Imigrasi. Bersama penguatan tata kelola organisasi dan berbagai inovasi layanan keimigrasian lainnya, transformasi tersebut diharapkan semakin meningkatkan kualitas pelayanan publik yang profesional, adaptif, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat sebagai implementasi semangat Imigrasi untuk Rakyat. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


