Dinsos Bondowoso Beber Manfaat Ayah Antar Anak ke Sekolah dan Ambil Rapor
Pemerintah Kabupaten Bondowoso mendukung pelaksanaan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) melalui dua gerakan nasional, yakni Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GANAS), dan Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (GEMAR).
BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso mendukung pelaksanaan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) melalui dua gerakan nasional, yakni Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GANAS), dan Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (GEMAR).
Program tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 17 Tahun 2026 yang mendorong keterlibatan aktif ayah dalam proses pendidikan dan pengasuhan anak.
Kepala Dinas Sosial P3AKB Bondowoso, dr. Mohammad Imron, mengatakan Pemkab Bondowoso telah menerbitkan Surat Edaran Bupati Bondowoso Nomor 400.13/19/430/2026 sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi GATI di daerah.
"Gerakan Ayah Mengambil Rapor atau GEMAR dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Masuk Sekolah merupakan implementasi dari Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Kami menindaklanjuti surat edaran dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga dengan menerbitkan surat edaran Bupati agar gerakan ini dapat dilaksanakan di Bondowoso," ujar Imron, Kamis (16/7/2026).
Ia menjelaskan, tujuan utama GANAS bukan sekadar mengantar anak ke sekolah, melainkan membangun kedekatan emosional antara ayah dan anak sejak awal perjalanan pendidikan mereka.
Menurutnya, kehadiran ayah saat mengantar anak, terutama yang baru memasuki jenjang PAUD, TK, maupun kelas 1 SD, mampu memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kepercayaan diri anak dalam menghadapi lingkungan baru.
"Anak akan lebih percaya diri karena didampingi langsung oleh ayahnya saat memasuki suasana sekolah yang baru. Ini menjadi bentuk dukungan psikologis yang sangat penting," katanya.
Selain itu, keterlibatan ayah juga diharapkan mampu memperkuat peran laki-laki dalam pendidikan anak, sehingga tanggung jawab mendidik tidak hanya dibebankan kepada ibu.
Imron menambahkan, kehadiran ayah dalam proses pendidikan juga berdampak positif terhadap tumbuh kembang anak secara optimal serta mempererat keharmonisan keluarga.
"Harapan akhirnya adalah tercipta ayah yang hebat, keluarga yang kuat, dan generasi yang berkualitas. Itu yang menjadi tujuan besar dari GATI melalui GEMAR maupun GANAS," ungkapnya.
Terkait pelaksanaan gerakan tersebut, Dinas Sosial P3AKB Bondowoso tidak melakukan pendataan atau rekapitulasi jumlah ayah yang mengantar anak ke sekolah.
Menurut Imron, pemerintah lebih mendorong setiap instansi, sekolah, maupun masyarakat untuk membagikan partisipasi mereka melalui media sosial atau kanal informasi masing-masing sebagai bentuk kampanye positif.
"Kami memang tidak melakukan pencatatan data secara agregat. Yang kami dorong adalah partisipasi dan publikasi di media sosial atau di lingkungan kerja masing-masing agar semangat keterlibatan ayah semakin meluas," jelasnya.
Lebih lanjut, Imron menegaskan bahwa semangat GATI tidak berhenti pada hari pertama masuk sekolah. Ia mengajak para ayah untuk terus meluangkan waktu mengantar maupun menjemput anak sesuai kondisi dan kesempatan yang dimiliki.
"Kalau bisa tidak hanya pada hari pertama. Ayah sebaiknya juga sesekali mengantar atau menjemput anak di hari-hari berikutnya. Memang kondisi setiap keluarga berbeda-beda, tetapi minimal sekali dalam setahun pada hari pertama sekolah, ayah hadir mengantar anaknya," pungkasnya.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


