Advertisement
Peristiwa Daerah

Bupati Mojokerto Pimpin Panen Raya, Salurkan Bantuan Pertanian Rp5,4 Miliar untuk 104 Kelompok Tani

Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra memimpin panen raya padi sekaligus menyalurkan bantuan pertanian senilai Rp5,4 miliar kepada 104 kelompok tani guna mendukung modernisasi pertanian dan peningkatan produksi pangan.

TIMES Indonesia,
Bupati Mojokerto Pimpin Panen Raya, Salurkan Bantuan Pertanian Rp5,4 Miliar untuk 104 Kelompok Tani
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra secara simbolis menyerahkan bantuan pertanian kepada para kelompok tani di Kantor Desa Beloh, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Rabu (16/7/2026) (Foto: Theo/TIMES Indonesia)
A-AA+

MOJOKERTO Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra memimpin panen raya padi bersama para petani di Kabupaten Mojokerto, Rabu (16/7/2026). Momentum tersebut sekaligus menandai dimulainya musim panen padi di wilayah tersebut serta penyaluran bantuan pertanian senilai Rp5,4 miliar kepada 104 kelompok tani.

Panen raya dan penyerahan bantuan berlangsung di Kantor Desa Beloh, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Advertisement

Bantuan yang disalurkan meliputi 22 unit pompa air, 13 unit irigasi perpompaan, 10 unit jaringan irigasi tersier, dua unit combine harvester, serta 23.670 kilogram benih jagung. Total nilai bantuan mencapai Rp5.447.410.000.

Bupati yang akrab disapa Gus Barra mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari realisasi visi dan misi Pemerintah Kabupaten Mojokerto, khususnya dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui penguatan sektor unggulan daerah.

"Pertanian menjadi salah satu sektor strategis yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas perekonomian daerah," kata Gus Barra.

Menurutnya, Kabupaten Mojokerto memiliki potensi pertanian yang besar. Namun, sektor ini juga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, keterbatasan ketersediaan air, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), hingga berkurangnya tenaga kerja di sektor pertanian.

"Tantangan tersebut harus dijawab melalui inovasi, peningkatan kapasitas petani, serta pemanfaatan teknologi yang maju," tegasnya.

Advertisement

Ia menambahkan, bantuan sarana dan prasarana pertanian tersebut diharapkan menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjawab berbagai tantangan yang dihadapi petani.

"Ini adalah bagian dari menjawab tantangan dan rintangan tersebut," ujarnya.

Gus Barra berharap seluruh bantuan dapat dimanfaatkan secara optimal, dirawat dengan baik, serta dikelola secara bertanggung jawab agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh anggota kelompok tani.

"Saya harap bantuan tersebut dimanfaatkan secara optimal, dipelihara dengan baik, serta dikelola dengan tanggung jawab agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh anggota kelompok tani," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto Ludfy Ariyono mengatakan bantuan tersebut bertujuan meningkatkan produksi pertanian, menekan biaya produksi, mengatasi keterbatasan tenaga kerja, meningkatkan pendapatan petani, mendukung swasembada dan ketahanan pangan, serta mempercepat modernisasi sektor pertanian.

Selain itu, bantuan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas hasil panen dan memperkuat pengembangan kawasan pertanian di Kabupaten Mojokerto.

"Kami berharap kelompok tani dapat memanfaatkan bantuan ini secara optimal sehingga mampu mendukung program nasional Peningkatan Produksi Padi melalui PMAAS (Pertanian Modern Advance Agriculture System), yang merupakan terobosan Kementerian Pertanian dalam budidaya padi modern," ujar Ludfy.

Ia menjelaskan, PMAAS mengintegrasikan berbagai teknologi pertanian modern, mulai dari penggunaan benih unggul, pengolahan lahan, sistem tanam modern, mekanisasi pertanian, pemupukan berimbang, pengelolaan air yang efisien, hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman. (ADVETORIAL)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Thaoqid Nur Hidayat
PenulisThaoqid Nur HidayatSarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Pendidikan Jombang. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2022. Meliput berbagai topik meliputi lifestyle, pariwisata, hukum, lingkungan, dan isu ketidaksetaraan dalam ekonomi, sosial, dan politik.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia