Jaga Objektivitas Penilaian, Festival Rontek Pacitan 2026 Boyong Tim Penguji Tingkat Nasional
Festival Rontek Pacitan 2026 libatkan juri nasional dan terapkan konsep panggung berjalan dengan lokasi juri dirahasiakan demi kompetisi yang adil, kreatif, dan berkualitas.
PACITAN – Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) tidak main-main dalam menyelenggarakan Festival Rontek tahun ini.
Demi menjaga kualitas, gengsi, serta keadilan kompetisi, panitia resmi memboyong tim juri tingkat nasional untuk menilai penampilan para peserta.
Langkah ini diambil untuk memastikan proses penilaian berjalan sangat independen dan bebas dari intervensi pihak mana pun.
Kepala Disparbudpora Pacitan, Munirul Ichwan, menegaskan bahwa para penguji yang dilibatkan merupakan kombinasi dari akademisi, praktisi seni, hingga pemerhati budaya top, baik dari tingkat lokal maupun dari luar daerah.
"Untuk aspek penilaian yang mendetail seperti kreativitas bambu dan aransemen musik, kami serahkan sepenuhnya kepada otoritas dewan juri yang kompeten di bidangnya," ujar Munirul, Kamis (16/7/2026).
Menariknya, kehadiran juri-juri nasional ini akan diuji langsung dengan skema kompetisi yang berbeda total dari tahun lalu.
Jika pada gelaran sebelumnya penilaian hanya berpusat pada pos-pos statis, kali ini panitia menerapkan konsep "panggung berjalan" di sepanjang jalan protokol.
Area penilaian baru kini ditetapkan mulai dari kawasan depan SMP 2 hingga ke simpang Penceng. Hebatnya lagi, posisi pasti dari para juri nasional ini sengaja dirahasiakan rapat-rapat dari para peserta.
Langkah menyembunyikan lokasi juri ini sengaja digagas agar seluruh grup rontek tampil maksimal sepanjang rute jalan, tanpa hanya fokus beratraksi di titik-titik tertentu saja.
"Untuk posisi juri di sepanjang jalur itu sengaja kami rahasiakan. Apakah nanti mereka menilai di depan gedung DPRD, di depan minimarket, atau di titik lainnya. Jadi tidak ada lagi sistem pos dua seperti dulu," urai Munirul.
Festival Rontek Pacitan 2026 bakal diselenggarakan pada tanggal 17 hingga 19 Juli 2026.
Melalui skema anyar ini, Disparbudpora Pacitan berharap roh asli dari kesenian rontek tradisional yang dinamis dan bergerak menyusuri jalanan bisa kembali hidup dan dinikmati secara estetis oleh masyarakat luas. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


