Advertisement
Peristiwa Daerah

Pemkab Jember Siagakan 1.200 Nakes Keliling dan Layanan Telemedicine 24 Jam

Pemerintah Kabupaten Jember meluncurkan program pelayanan kesehatan jemput bola melalui penguatan layanan home care berbasis digital.

TIMES Indonesia,
Pemkab Jember Siagakan 1.200 Nakes Keliling dan Layanan Telemedicine 24 Jam
Bupati Jember Muhammad Fawait. (Foto : M. Abdul Basid / TIMES Indonesia)
A-AA+

JEMBER Pemerintah Kabupaten Jember meluncurkan program pelayanan kesehatan jemput bola melalui penguatan layanan home care berbasis digital.

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 1.200 tenaga kesehatan (nakes) dikerahkan untuk memberikan perawatan medis secara langsung ke rumah-rumah warga.

Advertisement

Bupati Jember Muhammad Fawait, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan seluruh masyarakat Jember khususnya yang memiliki keterbatasan akses fisik atau jarak tetap mendapatkan hak pelayanan medis yang memadai dan berkualitas.

Guna menunjang efektivitas petugas di lapangan, layanan home care ini diintegrasikan dengan teknologi telemedicine.

Sistem ini memungkinkan nakes yang menangani pasien di rumah untuk berdiskusi langsung secara daring dengan dokter umum, dokter spesialis, hingga dokter sub-spesialis.

"Ketika tim nakes turun ke lapangan dan membutuhkan konsultasi tingkat lanjut, kami sediakan fasilitas telemedicine langsung melalui smartphone dan Melalui ruang konsultasi digital ini, dokter bisa langsung menentukan diagnosis, apakah pasien cukup dirawat di rumah atau perlu rujukan, serta meresepkan obat yang tepat," ujar Fawait, Selasa (21/7/2026).

Tak hanya itu, Pemkab Jember juga menjamin ketersediaan logistik obat-obatan.

Advertisement

Apabila obat yang dibutuhkan pasien tidak dibawa oleh tim nakes saat kunjungan awal, petugas akan secara khusus mengantarkan resep obat tersebut langsung ke rumah warga.

Program penanganan kesehatan ini akan beroperasi penuh guna memberikan kepastian rasa aman bagi warga Jember.

Fawait mengatakan bahwa Sebanyak 1.200 nakes disiagakan secara bergiliran dengan layanan siap merespons dan mendatangi lokasi pasien kapan saja dan pendampingan medis dilakukan hingga kondisi kesehatan pasien teratasi dengan baik.

"Prinsipnya, pelaksanaan layanan ini siap 24 jam dan kita kawal sampai tuntas. Kami ingin memastikan tidak ada lagi warga Jember yang terabaikan hak perawatannya hanya karena kendala fasilitas atau mobilitas," pungkas Fawait.

Melalui inovasi pelayanan gabungan antara aksi lapangan (home care) dan dukungan teknologi digital (telemedicine), Pemkab Jember optimistis dapat menekan angka kesakitan serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara signifikan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M Abdul Basid
PenulisM Abdul BasidBergabung di TIMES Indonesia sejak 2023. Meliput berbagai topik daerah di Kabupaten Jember.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia