Bupati Jember Fawait Sebut UMKM Pahlawan Penyelamat Ekonomi Nasional
Bupati Jember Muhammad Fawait, menegaskan keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pelaku ekonomi sektor informal merupakan pilar utama penopang perekonomian bangsa, terutama saat menghadapi krisis.
JEMBER – Bupati Jember Muhammad Fawait, menegaskan keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pelaku ekonomi sektor informal merupakan pilar utama penopang perekonomian bangsa, terutama saat menghadapi krisis.
Hal tersebut disampaikan Fawait saat membuka Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro Kabupaten Jember 2026 yang mengusung tema "Legal, Terlindungi, Berdaya", bertempat di New Sari Utama, Jember, Selasa (21/7/2026).
Dalam sambutannya, Fawait menyoroti perhatian besar Presiden RI Prabowo Subianto terhadap keberlanjutan UMKM, petani, dan masyarakat di pedesaan.
Menurutnya, fokus pemerintah pusat pada sektor ekonomi mikro adalah langkah tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
"Indonesia adalah negara besar. Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian yang luar biasa kepada masyarakat, terutama pelaku ekonomi kecil, petani, dan warga di desa-desa. Kita sadar bahwa dalam berbagai ancaman krisis ekonomi, yang selalu menjadi penyelamat Republik ini adalah para pelaku UMKM, pedagang kaki lima (PKL), dan ulijo," ujar Fawait.
Fawait menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kementerian UMKM atas dipilihnya Kabupaten Jember sebagai tuan rumah penyelenggaraan festival ini.
Kehadiran perwakilan pemerintah pusat termasuk jajaran Wakil Menteri UMKM menjadi bukti nyata komitmen keberpihakan pemerintah terhadap para pelaku usaha mikro di daerah.
Sebagai langkah konkret di tingkat daerah, Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen melakukan pendampingan berkelanjutan.
"Hampir setiap bulan kami berkeliling mengumpulkan para pelaku UMKM, PKL, dan ulijo. Ke depan, bersinergi dengan Kementerian UMKM, Pemprov Jatim, Bank Indonesia, serta Himbara, kami ingin memastikan UMKM di Jember mendapatkan perhatian dan perlindungan hukum yang jelas," tambahnya.
Lebih lanjut, Fawait optimistis bahwa penguatan sektor mikro menjadi kunci utama strategi pengentasan kemiskinan jangka menengah dan panjang di Kabupaten Jember.
Target utamanya adalah mendorong kemandirian masyarakat produktif yang berada pada kategori ekonomi rentan (Desil 1 dan Desil 2).
"Pengentasan kemiskinan secara konkret dapat terwujud jika kita mampu memperkuat UMKM yang sudah ada, sekaligus menumbuhkan wirausaha baru dari masyarakat usia produktif," pungkasnya.
Acara festival ini turut dihadiri oleh jajaran Kementerian UMKM, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Perbankan Himbara, lembaga keuangan, serta Kepala Bank Indonesia (BI) Jember. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


