Advertisement
Peristiwa Daerah

Satgas MBG Bondowoso Selidiki Video Viral Siswa Buang Makanan

Satgas MBG Bondowoso menindaklanjuti video viral yang memperlihatkan sejumlah pelajar membuang makanan program MBG ke dalam gerobak pasir.

TIMES Indonesia,
Satgas MBG Bondowoso Selidiki Video Viral Siswa Buang Makanan
Potongan video viral siswa MTs di Bondowoso membuang menu MBG ke troli pasir (FOTO: Tangkapan layar video)
A-AA+

BONDOWOSO Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Bondowoso menindaklanjuti video viral yang memperlihatkan sejumlah pelajar membuang makanan program MBG ke dalam gerobak pasir. Peristiwa tersebut kini menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan program.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan siswa berseragam putih-biru, secara bergantian membuang nasi dari wadah ompreng ke sebuah gerobak pasir. Rekaman itu memicu beragam tanggapan dari masyarakat.

Advertisement

Ketua Satgas MBG Bondowoso, As'ad Yahya Syafi'i mengatakan, pihaknya langsung melakukan penelusuran dengan meminta keterangan dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat dan pihak sekolah yang bersangkutan.

Menurut As'ad, Satgas akan melakukan evaluasi apabila ditemukan persoalan yang berkaitan dengan kualitas makanan yang disajikan dalam program MBG. 

Namun kata dia, dari hasil penelusuran awal, pihaknya juga telah menerima video klarifikasi dari sekolah terkait kejadian tersebut.

"Kalau memang dari kualitas akan kami evaluasi untuk diperbaiki," ujarnya.

As'ad yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Bondowoso menegaskan, koordinasi dengan Koordinator Wilayah (Korwil) akan segera dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut sekaligus menyusun langkah-langkah perbaikan.

Advertisement

"Ya kami akan koordinasi dengan Korwil untuk segera dievaluasi untuk mengetahui detail nya. Serta segera melakukan peningkatan kualitas dan pelayanan," katanya.

Sementara itu, Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bondowoso, Milla Afriana Agustina, menyampaikan pihaknya telah melakukan analisis setelah menerima klarifikasi dari sekolah.

Menurutnya, insiden tersebut menjadi pelajaran penting bagi penyelenggara MBG untuk memperkuat komunikasi dengan sekolah serta meningkatkan mutu pelayanan agar kejadian serupa tidak terulang.

"Kami menekankan saja kepada pihak SPPG untuk dijadikan evaluasi, agar membangun komunikasi lebih baik lagi dengan pihak sekolah maupun pihak luar,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Bahri
PenulisMoh BahriSarjana Sosial (S.Sos) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq atau UIN KHAS Jember (2018). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2018 (Tugas di Kabupaten Bondowoso). Meliput berbagai topik: Politik, peristiwa, hukum, ekonomi, budaya, kuliner dan isu-isu lainnya di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia