Gerobak Bantuan Pemerintah Dilarang Diperjualbelikan, Bupati Jember: Itu Modal Kerja
Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa bantuan dari pemerintah kepada masyarakat dilarang keras untuk diperjualbelikan.
JEMBER – Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa bantuan dari pemerintah kepada masyarakat dilarang keras untuk diperjualbelikan.
Hal tersebut disampaikan Fawait saat menghadiri Bunga Desaku Marathon di Kecamatan Mayang, Jember, Rabu (22/7/2026).
Salah satu bantuan pemerintah yang dimaksud yakni fasilitas gerobak dan rombong dagang yang ditujukan khusus bagi para pedagang kecil, UMKM, dan PKL.
Fawait mengingatkan bahwa bantuan tersebut merupakan modal kerja, bukan aset untuk diperjualbelikan di media sosial atau pasar gelap.
"Niat saya membawa hampir seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Jember turun langsung adalah untuk memastikan bantuan ini sampai ke tangan yang tepat. Jangan sampai baru dapat bantuan rombong, dua hari kemudian sudah ada iklannya di Facebook dijual. Bantuan ini untuk usaha, untuk muter ekonomi keluarga," tegasnya.
Selain program pemberdayaan UMKM, Pemkab Jember juga memaparkan kesiapan program bantuan seragam sekolah gratis yang dialokasikan bagi anak-anak usia sekolah.
Program ini dirancang untuk meringankan beban para orangtua di setiap awal tahun ajaran baru.
Sektor pertanian juga menjadi sorotan utama dalam agenda Bunga Desaku Marathon di Kecamatan Mayang.
Pemkab Jember telah menyiapkan alokasi anggaran fantastis sebesar Rp312 miliar untuk periode 2025–2026 guna memodernisasi sarana dan prasarana pertanian.
Melalui anggaran tersebut, pemerintah menyalurkan berbagai bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern, di antaranya Mesin pemanen otomatis (combine harvester), traktor pertanian modern, pompa dan mesin diesel air untuk irigasi
Bupati Fawait mewanti-wanti agar bantuan alsintan tersebut dirawat dan dimanfaatkan secara terbuka untuk seluruh anggota kelompok tani, bukan dikuasai secara sepihak oleh pengurus atau ketua kelompok semata.
"Anggaran Rp312 miliar ini jumlahnya sangat besar. Kalau dibelikan es dawet, bisa banjir Jember ini. Karena itu saya titip betul, jaga alat-alatnya," ujarnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


