Advertisement
Peristiwa Daerah

Sambut Hari Anak Nasional 2026, UNIKAMA Lepas Tukik dan Edukasi Konservasi di Pantai Bajulmati

Sambut Hari Anak Nasional 2026, UNIKAMA menggelar pelepasan tukik dan edukasi konservasi bersama siswa SD di Pantai Bajulmati, Kabupaten Malang.

TIMES Indonesia,
Sambut Hari Anak Nasional 2026, UNIKAMA Lepas Tukik dan Edukasi Konservasi di Pantai Bajulmati
Rektor Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, Prof. Sudi Dul Aji, saat memberikan sambutan sebelum pelepasliaran tukik, di Pantai Bajulmati, Rabu (22/7/2026).(Foto: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) menggelar aksi pelepasan tukik dan edukasi konservasi lingkungan di Pantai Bajulmati, Kabupaten Malang, Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini melibatkan siswa-siswi sekolah dasar sebagai upaya menanamkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan sejak usia dini.

Mengusung tema "Menjaga Penyu Hari Ini, Menjaga Masa Depan Bumi untuk Anak Negeri", kegiatan bertajuk Pelepasliaran Tukik Bersama Putra Putri Kampus UNIKAMA dalam Rangka Memperingati Hari Anak Nasional ini menjadi bagian dari komitmen UNIKAMA dalam mendukung pendidikan karakter, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem pesisir dan satwa dilindungi.

Advertisement
pelepasan tukik-adhitya hendra
Putra Putri Kampus UNIKAMA dan siswa SDN 2 Tambakasri Sumbermanjing Wetan melapas tukik di Pantai Bajutmati, Kabupaten Malang, Rabu (22/7/2026). (Foto: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)

Dalam kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya mengikuti prosesi pelepasan tukik ke habitat alaminya, tetapi juga mendapatkan edukasi mengenai siklus hidup penyu, pentingnya kelestarian pantai, serta ancaman terhadap populasi penyu akibat kerusakan lingkungan dan aktivitas manusia.

Selain itu, siswa-siswi diajak mengikuti kelas alam dan menanam pohon mangrove sebelum terlibat langsung melepas tukik ke laut. Melalui kegiatan ini, anak-anak diharapkan memahami pentingnya menjaga alam dan tumbuh menjadi generasi yang peduli lingkungan.

Rektor UNIKAMA, Prof. Sudi Dul Aji, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata peran perguruan tinggi dalam mendukung pelestarian lingkungan. Menurutnya, kampus memiliki tanggung jawab besar untuk ikut membangun bangsa, termasuk melalui aksi nyata menjaga alam.

Sebagai langkah awal, UNIKAMA mengajak siswa-siswi SDN 2 Tambakasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, untuk terlibat langsung dalam aksi konservasi tersebut.

"Anak-anak harus mengenalkan konservasi alam sejak kecil agar kecintaan dalam melestarikan alam tertancap sejak dini. Selain itu, kegiatan ini bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli," ujar Prof. Sudi.

Advertisement

Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya memperingati HAN 2026, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan upaya pelestarian lingkungan. Melalui keterlibatan langsung, nilai-nilai cinta lingkungan diharapkan dapat tumbuh dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

pelepasan tukik-adhitya hendra
Siswa dari SDN 2 Tambakasri Sumbermanjing Wetan saat mengikuti kelas alam di Bajulmati Sea Turtle Conservation (BSTC) Kabupaten Malang, Rabu (22/7/2026). (Foto: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)

Sementara itu, Ketua Bajulmati Sea Turtle Conservation (BSTC), Sutari, mengapresiasi inisiatif yang dilakukan UNIKAMA. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi menjadi dukungan yang sangat berarti di tengah berbagai tantangan konservasi penyu.

"Ada banyak tantangan dalam melakukan konservasi alam ini. Kami melakukan penyelamatan penyu sejak tahun 2009, yang kemudian berkembang menjadi berbagai kegiatan konservasi," kata Sutari.

Ia menilai keterlibatan kampus memberikan dampak positif karena semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang memahami pentingnya hidup berdampingan dengan alam.

"Kita hidup berdampingan dengan alam. Karena itu, konservasi menjadi tanggung jawab kita bersama," tegasnya. 

tukik-adhitya hendra times indonesia
Tukik dari konservasi BSTC Pantai Bajulmati Kabupaten Malang dilepaskan menuju habitat alaminya, Rabu (22/7/2026). (Foto: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)

Dalam kesempatan tersebut, Sutari juga mengenalkan berbagai spesies penyu di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa dari tujuh spesies penyu yang ada di dunia, lima di antaranya dapat ditemukan di pesisir Kabupaten Malang.

"Luar biasa sekali karena dari tujuh jenis atau spesies penyu di dunia, lima jenis di antaranya ada di Kabupaten Malang," ungkap Sutari.

Keberadaan lima spesies penyu tersebut menunjukkan bahwa kawasan pesisir Kabupaten Malang memiliki nilai ekologis penting yang membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk menjaga keberlangsungan habitatnya.

Kegiatan ini disambut antusias oleh para siswa maupun mahasiswa yang terlibat. Mereka mengaku senang dapat mengenal lebih dekat tumbuhan pesisir dan satwa laut, sekaligus berpartisipasi dalam aksi pelestarian lingkungan.

"Senang sekali karena diajak pelepasan tukik dan diajak nanam pohon juga," tutur Reno Dafa, salah satu siswa SDN 2 Tambakasri. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Adhitya Hendra
PenulisAdhitya HendraSarjana Ilmu Komunikasi UPN "VETERAN" Jawa Timur. Bergabung ke TIMES Indonesia sejak 2017. Sebagai jurnalis foto (fotografer) dan penulis berita untuk TIMES Indonesia, aktif meliput isu lingkungan, ekonomi, sosial, politik dan peristiwa penting lainnya, serta dikenal sebagai pencerita visual yang menggunakan fotografi sebagai alat komunikasi. 
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia