Advertisement
Peristiwa Daerah

Potensi Pasar Menjanjikan, Diskatan Kuningan Pacu Pengembangan Buah Naga dan Agrowisata

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan mendorong buah naga menjadi komoditas unggulan daerah untuk mendongkrak pendapatan petani dan sektor agrowisata.

TIMES Indonesia,
Potensi Pasar Menjanjikan, Diskatan Kuningan Pacu Pengembangan Buah Naga dan Agrowisata
Komoditas buah naga kuning di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. (Foto: ANTARA/HO-Pemkab Kuningan)
A-AA+

kuningan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menetapkan buah naga sebagai salah satu produk hortikultura prioritas. Komoditas ini dinilai berprospek cerah dalam mendongkrak taraf ekonomi para petani setempat.

Kepala Diskatan Kuningan, Wahyu Hidayah, menyampaikan bahwa pangsa pasar buah naga yang terus membendung memberi sinyal positif agar pembudidayaannya semakin diperluas.

Advertisement

“Buah naga ini memiliki potensi untuk menjadi komoditas unggulan daerah, karena selain memiliki nilai ekonomi, juga mulai diminati masyarakat,” katanya saat dihubungi dari Kuningan, Rabu (22/7/2026).

Wahyu menjelaskan, pemerintah daerah berfokus memajukan komoditas ini lewat program pendampingan teknis kepada petani sekaligus mengedukasi publik terkait potensi keterjualan buah naga.

Salah satu representasi keberhasilan budidaya ini terlihat di Desa Sangkanhurip, Kecamatan Cigandamekar. Kawasan kebun buah naga kuning di lokasi tersebut kini telah difungsikan sebagai destinasi agrowisata guna memperlihatkan potensi pertanian Kuningan secara langsung.

Berdasarkan catatan Diskatan Kuningan sepanjang Januari hingga Juni 2026, hasil panen buah naga terdistribusi di beberapa titik sentra produksi.

Secara terperinci, Desa Sangkanhurip di Kecamatan Cigandamekar menyumbang pasokan sebanyak 3,3 ton pada periode tersebut. Volume produksi serupa sebesar 3,3 ton juga dicatatkan oleh Desa Windusari di Kecamatan Nusaherang.

Advertisement

Sementara itu, Desa Sadamantra yang terletak di Kecamatan Jalaksana memanen sekitar 2,5 ton buah naga varietas kuning dan merah.

“Kecamatan Mandirancan menjadi wilayah dengan produksi terbesar, yakni sekitar 32,8 ton buah naga dari Desa Cimara,” tuturnya.

Wahyu menekankan, akselerasi budidaya buah naga harus dibarengi dengan pembaruan mutu panen, inovasi teknik penanaman, serta strategi pemasaran yang tangguh agar sanggup bersaing dengan komoditas pertanian lainnya.

Menurutnya, komoditas hortikultura menyimpan peluang raksasa untuk dikembangkan karena terbukti mampu memberikan penghasilan tambahan, khususnya bagi para petani muda.

“Pertanian sekarang tidak hanya soal produksi, tetapi bagaimana menciptakan nilai tambah dan peluang usaha bagi masyarakat,” ujar Wahyu. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Antara
PenulisAntaraANTARA adalah kantor berita nasional Indonesia yang menyebarluaskan informasi tentang berbagai peristiwa penting di dalam dan luar negeri.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia