Advertisement
Peristiwa Daerah

Kebakaran Hanguskan Koperasi SDN 1 Cindogo Bondowoso, Kerugian Capai Rp35 Juta

Kebakaran melanda bangunan koperasi SDN 1 Cindogo, Desa Cindogo, Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso, Rabu (22/7/2026) malam.

TIMES Indonesia,
Kebakaran Hanguskan Koperasi SDN 1 Cindogo Bondowoso, Kerugian Capai Rp35 Juta
Petugas pemadam kebakaran saat terus berupaya memadamkan api (FOTO: Damkar for TIMES Indonesia)
A-AA+

BONDOWOSO Kebakaran melanda bangunan koperasi SDN 1 Cindogo, Desa Cindogo, Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso, Rabu (22/7/2026) malam. 

Api melahap hampir seluruh isi bangunan yang difungsikan sebagai koperasi siswa, kantin, sekaligus gudang penyimpanan barang milik sekolah.

Advertisement

Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi bersama personel TNI dan Polri langsung melakukan upaya pemadaman.

Fokus utama mereka tidak hanya menjinakkan kobaran api, tetapi juga mencegah api merembet ke musala sekolah yang berada tepat di samping bangunan yang terbakar.

Sejumlah barang inventaris sekolah tidak berhasil diselamatkan. Mulai dari kipas angin, dokumen, etalase koperasi, mesin penyimpan es krim, hingga empat unit tenda ludes dilalap si jago merah.

Kepala SDN 1 Cindogo, Sumarto Utomo, mengatakan bangunan tersebut setiap hari dimanfaatkan sebagai koperasi siswa, kantin, serta tempat penyimpanan buku dan barang elektronik yang sudah tidak digunakan.

"Semua barang di dalamnya hangus terbakar, termasuk empat buah tenda, mesin penyimpan es krim, dan etalase koperasi," ujarnya.

Advertisement

Akibat kejadian itu, pihak sekolah memperkirakan kerugian material mencapai sekitar Rp30 juta hingga Rp35 juta.

Menurut Sumarto, kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Warga bersama para guru sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun kobaran api terus membesar sehingga mereka segera meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.

Petugas jaga malam SDN 1 Cindogo, Fakih, menuturkan kobaran api pertama kali terlihat berasal dari bagian atap bangunan. 

Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berdatangan untuk membantu proses pemadaman sebelum petugas tiba.

"Apinya muncul pertama kali dari arah genteng," kata Fakih.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Bondowoso, Vara Tedy mengungkapkan, dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada korsleting listrik. Dugaan tersebut muncul setelah petugas tidak menemukan adanya aktivitas memasak maupun sumber api lain di dalam bangunan.

"Dugaan sementara kemungkinan korsleting listrik, karena di sana tidak ada kompor," jelasnya.

Ia menambahkan, proses pemadaman berlangsung sekitar 30 menit dan dilanjutkan pendinginan selama 30 menit. Pendinginan juga dilakukan di area musala untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

"Proses pemadaman berlangsung cepat sekitar 30 menit, lalu dilanjutkan pendinginan 30 menit. Jadi totalnya satu jam," ungkap Vara.

Di sisi lain, Camat Tapen Siddik Waluyo menyebut insiden tersebut menjadi kebakaran kedua yang terjadi di wilayahnya dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi musim kemarau, menurutnya, membuat seluruh elemen masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Sebagai langkah pencegahan, pihak Kecamatan Tapen berencana menggelar pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) bagi masyarakat dan para pemangku kepentingan.

"Kami akan mengadakan pelatihan APAR pada 3 Agustus mendatang," pungkas Siddik.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Bahri
PenulisMoh BahriSarjana Sosial (S.Sos) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq atau UIN KHAS Jember (2018). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2018 (Tugas di Kabupaten Bondowoso). Meliput berbagai topik: Politik, peristiwa, hukum, ekonomi, budaya, kuliner dan isu-isu lainnya di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia